Berita

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat. (Foto: Biro Humas Kemensos/ Faqih Barelvi)

Nusantara

Kemensos Terbantu Peranan Pemda dalam Pemutakhiran DTSEN

RABU, 15 JULI 2026 | 01:02 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang turut melibatkan pemerintah daerah (Pemda) sangat membantu Kementerian Sosial dalam percepatan target.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan, pemda memiliki peran penting dalam proses pemutakhiran dan pemanfaatan DTSEN, baik di tingkat kota/kabupaten maupun provinsi, karena berperan aktif agar data yang digunakan untuk penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran.

"Tanpa pemda, pemutakhiran dan pemanfaatan DTSEN tidak bisa maksimal," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis Kemensos, Selasa 14 Juli 2026.


Gus Ipul juga memastikan, peranan Pemda juga telah disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian, saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, di Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, pada Senin 13 Juli 2026.

Gus Ipul mengungkapkan, pemutakhiran DTSEN menunjukkan hasil positif dalam penyaluran bansos, karena berdasarkan di selama masa pengalihan bertahap pada Triwulan I 2025 ke Triwulan II 2026, membuat semua penerima bansos PKH dan sembako kini berada pada Desil 1-4, sehingga tidak ada lagi penerima bansos yang berada di luar Desil tersebut.

"Ini bukti semakin nyata, semakin dimutakhirkan, tentu semakin tepat sasaran," sambungnya.

Lebih lanjut Gus Ipul menjelaskan, hingga 12 Juli 2026, usulan pemutakhiran DTSEN melalui Kemensos mencapai 20 juta lebih Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Sebanyak 5,5 juta KPM di antaranya melalui pemda.

"Khusus yang terbesar ini Jawa Barat, Jawa Tengah, disusul kemudian Jawa Timur. Dan Kota Bekasi menjadi kota yang paling aktif (pemutakhiran). Ini contoh yang harus kita dorong merata di seluruh provinsi dan kabupaten/kota," ungkap Gus Ipul.

Ada dua jalur proses pemutakhiran DTSEN, disebutkan Gus Ipul, yakni melalui jalur formal dan partisipasi yang dimulai dari tingkat RT/RW, kelurahan, pemda, dinsos, hingga Kemensos dan diteruskan ke BPS. 

Jalur ini, kata Gus Ipul, menggunakan Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) Kemensos yang telah terhubung dengan dinas sosial kabupaten/kota dan provinsi, Kemensos, serta DTSEN yang dikelola langsung oleh BPS.

Aplikasi SIKS-NG dioperasikan oleh operator-operator di tingkat desa dan Dinas Sosial. 

Atas capaian ini Gus Ipul juga berterimakasih pada Kemendagri dan BPS yang selama ini telah memberi dukungan kepada pemerintah daerah beserta Kemensos dalam pemutakhiran DTSEN.

Sementara itu, dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian juga mendorong pemda terlibat aktif dalam proses pemutakhiran DTSEN, sehingga data yang dimiliki lebih akurat.

"Kita minta pemda untuk aktif terlibat agar datanya lebih akurat dan bisa digunakan, baik oleh pemerintah pusat untuk bansos maupun juga untuk pemerintah daerah sendiri," demikian Tito.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya