Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat menyelenggarakan kegiatan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Goes To School di SMKN 11 Jakarta, Taman Sari, Jakarta Barat. (Foto: Dok. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat)
Generasi muda harus paham terhadap ancaman serta bahayanya bila pergi bekerja melalui jalur non-prosedural ke luar negeri.
Pesan ini disampaikan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta bersama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat saat menyelenggarakan kegiatan Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Goes To School di SMKN 11 Jakarta, Taman Sari, Jakarta Barat pada Selasa 14 Juli 2026.
"Para siswa dibekali pemahaman mengenai berbagai bentuk dan modus operandi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Tindak Pidana Penyelundupan Manusia (TPPM), risiko bekerja ke luar negeri melalui jalur nonprosedural,” kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Jakarta Barat, Rakha Sukma Purnama dalam keterangan resmi.
Program ini juga ditujukan agar generasi muda membangun kesadaran sejak dini terhadap berbagai risiko tawaran kerja di luar negeri secara nonprosedural.
Apalagi, modus TPPO dan TPPM sering dibarengi dengan janji manis mulai dari gaji tinggi sampai fasilitas menarik.
Sementara, Kepala Kantor Wilayah Dirjen Imigrasi Daerah Khusus Jakarta (DKJ) Pamuji Raharja berharap lewat kegiatan ini bisa meningkatkan kewaspadaan para generasi muda.
“Saya berharap kegiatan ini selalu meningkatkan kewaspadaan, tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan atau kesempatan ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi, serta selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya,” kata Pamuji.
Lebih lanjut, Pamuji berharap semakin banyak pelajar yang memahami pentingnya migrasi yang aman dan legal serta mampu menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan TPPO dan TPPM di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.