Berita

Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

DPR Siap Jemput Bola Serap Aspirasi Parliamentary Threshold

SELASA, 14 JULI 2026 | 19:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Usulan ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold) yang terus mengemuka di tengah rencana revisi UU 7/2017 tentang Pemilu, mendorong Komisi II DPR akan menemui sejumlah partai politik (parpol) non-parlemen dalam waktu dekat.

Wakil Ketua Komisi II DPR Bahtra Banong menerangkan, pihaknya saat ini masih mengumpulkan masukan-masukan dari berbagai pihak, untuk merevisi UU 7/2017 tentang Pemilu.

"Arahan pimpinan DPR, insya Allah sesegera mungkin kita akan berkeliling ke partai-partai, terutama partai-partai non-parlemen dalam rangka menyerap aspirasi berbagai pihak," ujar Bahtra kepada RMOL di Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.


Jurubicara Partai Gerindra ini menegaskan, baik parpol Parlemen maupun non-parlemen telah menyampaikan pandangannya di publik.

Sebagai contoh, dia menyebutkan usulan Partai Golkar yang lebih terfokus pada soal ambang batas pencalonan presiden (Presidential Threshold).

"Katanya (di) RUU Pemilu yang nanti, Presidential Threshold itu dihapus (merujuk Putusan MK Nomor 62/PUU-XXII/2024). Kemudian nanti minimal pencalonan presiden (dari usulan Partai Golkar) itu gabungan tiga partai minimal (yang ada) parlemen itu," urainya.

Pada intinya, ditegaskan Anggota Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) Sulawesi Tenggara ini, Komisi II DPR sedang dalam tahap menyerap aspirasi atau masukan publik, untuk kemudian dikaji lebih jauh. 

"Soal threshold (Parlemen) kan tentu partai-partai lain akan mengusulkan. Setiap partai kan ada ya mengusulkan berbagai tingkatan, tetapi kami belum ke arah sana. Karena sekarang tahapannya kan menyerap aspirasi publik dulu," ucapnya.

"Dan pada saatnya nanti insya Allah kami akan sampaikan," demikian Bahtra menegaskan.


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya