Ilustrasi daging. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)
Harga ayam ras dan telur ayam di tingkat peternak mulai menunjukkan kenaikan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai kondisi itu dipicu kembali bergulirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan berakhirnya bulan Suro yang sebelumnya menekan permintaan.
Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan hasil pemantauan di lapangan menunjukkan harga kedua komoditas mulai merangkak naik.
"Data kami dan informasi dari teman-teman peternak menunjukkan harga relatif sudah mulai naik. MBG ada pengaruhnya, kemudian bulan Suro juga memberi dampak yang cukup besar," ujar Ketut di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Menurut Ketut, selama bulan Suro permintaan ayam dan telur melemah, terutama di Pulau Jawa. Banyak masyarakat menunda hajatan, pesta pernikahan, maupun acara besar lainnya sehingga kebutuhan terhadap kedua komoditas ikut menurun.
"Karena bulan kemarin masih bulan Suro, acara mantenan dan kegiatan lainnya relatif berhenti. Akibatnya permintaan ayam dan telur turun sehingga harga ikut terkoreksi," jelasnya.
Memasuki akhir bulan Suro, aktivitas masyarakat kembali normal. Di saat bersamaan, kegiatan belajar mengajar mulai berlangsung dan Program MBG kembali berjalan. Kondisi itu mendongkrak permintaan ayam maupun telur.
"Dengan lewatnya bulan Suro, anak-anak mulai masuk sekolah dan MBG berjalan lagi. Sekarang harganya sudah mulai merangkak naik," katanya.
Ketut mengungkapkan, harga telur ayam di tingkat peternak kini berada di kisaran Rp20.000 hingga Rp21.000 per kilogram. Meski masih di bawah harga acuan pemerintah, tren tersebut dinilai memberi ruang bagi peternak untuk memperbaiki pendapatan.
"Sekarang telur sudah sekitar Rp20.000-Rp21.000 per kilogram. Ke depan tentu kita harapkan kembali normal, tetapi biarkan dulu peternak menikmati perbaikan harga sampai mendekati harga acuan Rp25.000-Rp26.000 per kilogram," tuturnya.
Sementara itu, harga ayam hidup di tingkat peternak saat ini berkisar Rp19.000-Rp20.000 per kilogram. Bapanas memperkirakan harga masih berpotensi naik seiring meningkatnya permintaan.
"Sekarang ayam sekitar Rp19.000-Rp20.000 per kilogram. Dengan MBG mulai berjalan dan bulan Suro sudah lewat, terutama di Jawa, harga akan bergerak positif sehingga menguntungkan peternak," pungkas Ketut.