Berita

Menlu India S. Jaishankar (Foto: X)

Dunia

India Protes Keras Iran usai Warganya Tewas di Selat Hormuz

SELASA, 14 JULI 2026 | 17:05 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah India melayangkan protes keras kepada Iran setelah seorang warga negaranya tewas dalam serangan di kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz. 

New Delhi bahkan memanggil Wakil Duta Besar Iran untuk menyampaikan nota protes resmi atas insiden yang dinilai semakin memperburuk situasi keamanan di jalur pelayaran vital tersebut.

Kementerian Luar Negeri India dalam pernyataannya pada Selasa, 14 Juli, mengungkapkan bahwa korban merupakan satu dari 46 awak kapal yang berada di atas dua kapal tanker,  MT Al Bahyah dan MT Mombasa, yang diserang saat melintasi Selat Hormuz. 


Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 awak merupakan warga negara India.

Selain satu korban tewas, sedikitnya 10 pelaut India lainnya mengalami luka-luka. Dua di antaranya dilaporkan dalam kondisi serius. 

India juga menyatakan masih mencari seorang warga negaranya yang dinyatakan hilang setelah kapal kontainer GFS Galaxy diserang di Selat Hormuz pada Minggu, 12 Juli 2026.

Pemerintah India menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ancaman terhadap keselamatan pelayaran internasional di kawasan Teluk. 

"India sangat prihatin dengan serangan-serangan tersebut, dan penargetan terhadap pelayaran komersial dan infrastruktur sipil di wilayah tersebut harus dihentikan,' bunyi pernyataan resmi tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz sendiri terus meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memberlakukan blokade terhadap pelayaran Iran di jalur tersebut awal bulan ini, sekaligus mengusulkan pungutan biaya pengamanan sebesar 20 persen bagi kapal yang melintas. 

Iran menolak langkah itu dengan menegaskan bahwa Washington tidak memiliki kewenangan menentukan masa depan selat yang sebelumnya menjadi jalur sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.

Sementara itu, Iran mengklaim serangan terhadap kapal kontainer GFS Galaxy dilakukan setelah kapal tersebut berupaya melintasi rute yang tidak diizinkan meski telah diperingatkan sebelumnya.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya