Berita

Penyaluran BBM Bersubsidi untuk Nelayan. (Foto: istimewa)

Politik

Langkah Presiden Turunkan Harga BBM Khusus Nelayan untuk Dongkrak Kesejahteraan

SELASA, 14 JULI 2026 | 16:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keputusan Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan harga bahan bakar minyak (BBM) solar khusus bagi nelayan sebesar Rp15.000 per liter diapresiasi Anggota Komisi IV DPR RI, Hindun Anisah.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi angin segar bagi para pelaku usaha perikanan, khususnya pemilik kapal berukuran 30 gross ton (GT) hingga 200 GT. 

Menurut Hindun, penurunan harga BBM tersebut merupakan langkah yang tepat di tengah tingginya biaya operasional sektor perikanan. Sebelumnya, harga BBM nonsubsidi yang digunakan nelayan sempat mencapai Rp21.300 per liter, sehingga memberatkan aktivitas melaut dan mengurangi keuntungan para pelaku usaha perikanan.


"Kami mengapresiasi dan mendukung penuh keputusan Presiden Prabowo yang menurunkan harga BBM khusus bagi nelayan menjadi Rp15.000 per liter. Kebijakan ini sangat membantu meringankan beban biaya operasional nelayan sehingga mereka dapat kembali melaut dengan lebih tenang dan produktif," ujar Hindun, Selasa, 14 Juli 2026.

Politikus PKB itu itu menilai BBM dengan harga khusus akan meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional. Biaya produksi yang lebih rendah diharapkan berdampak pada meningkatnya hasil tangkapan, kesejahteraan nelayan, serta menjaga stabilitas pasokan ikan di dalam negeri.

Meski demikian, Hindun mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak berhenti pada penetapan harga semata. Ia meminta pemerintah memastikan distribusi BBM khusus benar-benar tepat sasaran dan hanya dinikmati oleh nelayan yang berhak menerima.

"Yang tidak kalah penting adalah pengawasan dalam penyaluran. Jangan sampai BBM khusus yang diperuntukkan bagi nelayan justru bocor atau disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak. Pengawasan harus dilakukan secara ketat mulai dari distribusi hingga penggunaannya," tegasnya.

Hindun juga mewanti-wanti agar tidak ada praktik penyelewengan yang merugikan nelayan. Menurutnya, setiap bentuk penyalahgunaan harus ditindak tegas karena dapat menghilangkan manfaat kebijakan yang telah diberikan pemerintah.

"Jangan ada oknum yang bermain-main dengan distribusi BBM khusus ini. Jika ditemukan adanya penyelewengan, aparat penegak hukum harus segera turun tangan dan menindak pelakunya tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh kalah dengan mafia yang mencoba mengambil keuntungan dari hak-hak nelayan," katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi sektor pertanian, kelautan, perikanan, dan pangan itu berharap kementerian dan lembaga terkait dapat membangun sistem pengawasan yang transparan dan akuntabel, sehingga subsidi atau harga khusus BBM benar-benar memberikan manfaat bagi sektor perikanan nasional.

"Kami di Komisi IV DPR RI akan terus mengawal implementasi kebijakan ini agar manfaatnya benar-benar dirasakan nelayan. Tujuan utama kebijakan ini adalah meningkatkan kesejahteraan nelayan dan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui sektor perikanan yang lebih produktif," tegas Hindun.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya