Berita

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung saat meninjau kesiapan sekaligus mengikuti uji coba operasional LRT Jakarta bersama Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, di Stasiun LRT Rawamangun, Jakarta Timur. (Foto: PPID)

Nusantara

LRT Velodrome-Manggarai Akan Segera Diresmikan Presiden

SELASA, 14 JULI 2026 | 14:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pembangunan koridor LRT Jakarta rute Pegangsaan Dua–Manggarai telah mencapai 95 persen dan ditargetkan siap diresmikan pada Agustus 2026. 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan koridor sepanjang 12,2 kilometer ini mencakup 11 stasiun yang akan memperkuat konektivitas transportasi publik dari kawasan utara menuju pusat Jakarta.

“LRT Jakarta ini sepenuhnya dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro yang memiliki anak perusahaan, yaitu PT LRT Jakarta. Saat ini progresnya sudah sekitar 95 persen,” kata Pramono seusai meninjau kesiapan sekaligus mengikuti uji coba operasional LRT Jakarta bersama Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, di Stasiun LRT Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa, 14 Juli 2026.


Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres pembangunan dan kesiapan operasional sebelum koridor tersebut dibuka untuk masyarakat.

Pramono menyebut seluruh pekerjaan pengangkatan girder telah rampung 100 persen, termasuk pemasangan girder terakhir di atas jalur Double-Double Track Manggarai. Saat ini, pekerjaan difokuskan pada penyelesaian jalur rel dari Matraman hingga Manggarai yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.

Pengujian berkala telah dilakukan dari Stasiun Velodrome hingga Stasiun Kayu Manis sepanjang 3,6 kilometer. Adapun untuk pengujian menyeluruh pada koridor Pegangsaan Dua–Manggarai, PT Jakpro tengah berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

“Kami berharap pada Agustus nanti LRT ini dapat diresmikan oleh Bapak Presiden (Prabowo Subianto). Ini akan menjadi milestone yang mengubah wajah Jakarta karena memperkuat konektivitas transportasi publik,” ungkap Pramono.

Koridor LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit dan dilengkapi 11 stasiun. Lima stasiun baru yang dibangun meliputi Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis, Matraman, dan Manggarai.

Seluruh stasiun dirancang terintegrasi dengan layanan Transjakarta. Khusus di Stasiun Manggarai, penumpang juga dapat melanjutkan perjalanan menggunakan KRL Commuter Line dan Kereta Api Bandara.

Total investasi pembangunan koridor LRT Jakarta Pegangsaan Dua–Manggarai mencapai Rp12,5 triliun. Investasi tersebut mencakup pembangunan prasarana, stasiun, jalur rel, serta berbagai fasilitas penunjang dalam satu jaringan.

“Selama ini perjalanan dari wilayah utara menuju pusat kota sering menghadapi kemacetan yang luar biasa. Dengan hadirnya LRT Jakarta, konektivitas akan semakin baik dan masyarakat memiliki pilihan transportasi publik yang lebih nyaman,” tutur Gubernur Pramono.

Koridor Pegangsaan Dua–Manggarai diproyeksikan melayani 60.000–80.000 penumpang per hari secara bertahap. Setiap rangkaian kereta memiliki kapasitas maksimal 275 penumpang.

Untuk mendukung keberlanjutan operasional, Pemprov DKI Jakarta membuka peluang pembiayaan kreatif, termasuk melalui pemanfaatan hak penamaan (naming rights) stasiun. Selain itu, pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development/TOD) akan dilakukan melalui kolaborasi antara Pemprov DKI Jakarta, PT Jakpro, dan PT LRT Jakarta.

“Tiketnya tentu harus tetap terjangkau oleh masyarakat. Tarif akan dikelola secara profesional dengan tetap mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan keberlanjutan layanan,” jelasnya.

Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan pengembangan jalur dari Manggarai hingga Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer. Pembangunan ditargetkan dimulai pada awal 2027 dan selesai pada 2028 dengan estimasi anggaran sekitar Rp2,7 triliun yang bersumber dari APBD DKI Jakarta.

“Kalau nanti tersambung sampai Dukuh Atas, seluruh jaringan akan benar-benar terintegrasi. Ini akan menjadi wajah baru transportasi Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas dengan MRT, KRL, Transjakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh pada tahap pengembangan berikutnya,” urai Pramono.



Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

TNI Terima Penyerahan 75 Senjata Peninggalan Konflik Sosial Maluku

Minggu, 04 Oktober 2026 | 03:17

MPSI Dorong Badan Khusus Tangani Pengungsi Internal Papua

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:50

KDMP: Dari Dukungan Negara Menuju Kemandirian Anggota

Minggu, 04 Oktober 2026 | 02:25

Gibran Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Dugaan Keabsahan Ijazah

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:50

Berpengalaman di Bidang Reserse, Irjen Dadang Didapuk jadi Kapolda Metro

Minggu, 04 Oktober 2026 | 01:20

Ketika Karbon Menjadi Komoditas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:43

Miliki Segudang Pengalaman, Tugas Berat Kini Menanti Herimen sebagai Kabaharkam

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:28

Laporan Keuangan Danantara Ditargetkan Rampung Oktober

Minggu, 04 Oktober 2026 | 00:04

Kapolri Baru Harus Usut Kasus Pembubaran Ibadah GKPI Mauk Sepatan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:33

Polisi Didesak Ungkap Kasus Pemecahan Kaca Mobil Jurnalis di Depok

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:13

Selengkapnya