Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Penyaluran KUR Capai 54,2 Persen dari Target, Debitur Baru Tembus 1,1 Juta

SELASA, 14 JULI 2026 | 07:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menembus lebih dari separuh target tahun ini. 

Hingga 12 Juli 2026, Kementerian UMKM mencatat penyaluran KUR mencapai Rp159,8 triliun atau 54,2 persen dari target Rp295 triliun, dengan sekitar 2,5 juta debitur telah menerima pembiayaan melalui program tersebut.

KUR merupakan program pembiayaan bersubsidi pemerintah dengan plafon pinjaman hingga Rp500 juta.


Sekretaris Kementerian UMKM, Loto Srinaita Ginting, menyampaikan capaian tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Senin 13 Juli 2026. 

"Dari jumlah tersebut, 1,1 juta merupakan debitur baru atau 83,5 persen dari target tahun ini. Sementara debitur graduasi mencapai 511.208 debitur atau 46,2 persen dari target," kata Loto, dikutip Selasa 14 Juli 2026.

Ia juga mengungkapkan, penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai Rp103,2 triliun atau 64,6 persen dari target. 

"Kami harapkan bisa melewati angka target 65 persen," ujarnya.

Pada 2026, pemerintah menargetkan penyaluran KUR sebesar Rp295 triliun dengan porsi minimal 65 persen dialokasikan ke sektor produksi. Selain itu, pemerintah menargetkan penambahan 1,3 juta debitur baru dan 1,1 juta debitur graduasi atau pelaku usaha yang naik kelas.

Di luar program KUR, Kementerian UMKM juga terus memperluas akses pembiayaan melalui sejumlah program. Melalui program ACCESS, hingga 2025 pemerintah telah memfasilitasi pembiayaan bagi 56 usaha menengah senilai Rp53,3 miliar melalui delapan lembaga keuangan. Sementara itu, program BISLAF yang bekerja sama dengan Inotek telah mendampingi 200 UMKM memperoleh pembiayaan sebesar Rp13,65 miliar.

Adapun program pendampingan pembiayaan perumahan rakyat menargetkan 300 UMKM. Hingga Triwulan I 2026, sebanyak 16 UMKM telah lolos proses kurasi, sementara dua UMKM berhasil menyelesaikan digitalisasi manajemen keuangannya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

Jaga Energi dan Cairan, Tantangan 14.000 Pelari Maybank Marathon 2026

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:25

Bawa Hasil Riset UGM ke Bursa, SWAP Bidik Dana Segar Rp45 Miliar Lewat IPO\

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:14

BEI Agendakan RUPSLB, Catat Syarat Kehadirannya

Senin, 24 Agustus 2026 | 08:00

Iran Anggap Negara Pendukung Perang Ekonomi AS sebagai Musuh

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:21

ASBI Laporkan Dugaan Penggelapan ke BEI-OJK, Enam Pihak Jadi Terlapor

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:03

Hasil Penelitian Ungkap Air Galon Guna Ulang Tak Berisiko Kanker

Senin, 24 Agustus 2026 | 07:02

Pemuda Katolik NTT Berangkatkan Puluhan Relawan ke Flores

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:42

PAN Launching Lapor PAN dan PANsar Murah

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:27

Pertina Bawa Polemik Legalitas ke PTUN dan PN Jakpus

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:14

TNI AL Berhasil Operasi Patah Tulang Korban Gempa NTT di KRI

Senin, 24 Agustus 2026 | 06:02

Selengkapnya