Berita

Pelaku usaha memanfaatkan penggunaan minyak sawit CP8, Nenden. (Foto: Dok. Pribadi)

Nusantara

Siasat Dapur Ibu-Ibu: Melawan Mitos Jelantah Lewat Pembuktian Goreng Jengkol

SENIN, 13 JULI 2026 | 17:04 WIB | LAPORAN: SAEFUL ZAMAN

Bagi mayoritas ibu rumah tangga dan pelaku usaha kuliner, urusan memilih minyak goreng selalu memicu dilema dilematis. 

Di satu sisi, ada tuntutan untuk menghasilkan kualitas masakan yang mumpuni. Namun di sisi lain, fluktuasi harga komoditas ini sering kali memberatkan dompet dapur.

Kondisi dilematis tersebut diakui oleh Nenden, seorang pelaku usaha memasak merangkap ibu rumah tangga yang membagikan testimoninya terkait penggunaan minyak sawit CP8. 


Ia tidak menampik bahwa pada awalnya, masyarakat, khususnya kaum ibu kerap memandang sebelah mata (underestimate) dan menyamakan produk ini dengan minyak curah konvensional yang identik dengan kualitas pasar tradisional.

"Kalau mendengar istilah minyak curah, yang tertanam di benak ibu-ibu pasti minyak zaman dulu yang menggunakan jeriken puteran di pasar. Tapi karena penasaran, saya akhirnya mencoba," ujar Nenden kepada redaksi, Senin, 13 Juli 2026.

Pembuktian Eksperimen Dapur

Pembuktian pertama dimulai dari hal sederhana: menggoreng kerupuk. Hasilnya, kondisi fisik minyak tetap jernih. Eksperimen kemudian ditingkatkan dengan menggoreng emping, jenis penganan yang secara teknis dikenal paling cepat mengotori kualitas minyak goreng. 

Meski terjadi perubahan warna, gradasinya tidak parah dan kualitasnya dinilai tetap terjaga dengan baik.

Ujian sesungguhnya terjadi saat momen halalbihalal, ketika Nenden menerima pesanan masakan dalam jumlah yang cukup besar, yakni enam kilogram ayam serundeng dan jengkol goreng. 

Di dunia kuliner, menggoreng protein dan bumbu serundeng merupakan kombinasi utama yang mempercepat pembentukan minyak jelantah.

"Menggoreng jengkol itu biasanya langsung membuat minyak rusak dan tidak bisa dipakai lagi. Namun, saat dipraktikkan langsung di hadapan ibu-ibu tetangga yang menjadi saksi, minyaknya ternyata masih bagus. Bahkan sisa minyaknya sampai dibawa pulang oleh mereka karena masih sangat layak pakai," ungkapnya.

Selain faktor ketahanan terhadap suhu tinggi, keunggulan lain yang dirasakan dari minyak sawit CP8 ini adalah efisiensi volume yang irit karena tidak cepat menyusut saat proses pemanasan berlangsung.

Dari sisi ekonomis, posisi harga minyak ini dinilai berada di titik tengah yang rasional; tidak bisa dikategorikan murah, namun juga tidak semahal minyak premium standar tinggi yang memberatkan.

Nenden menilai, membandingkan produk ini dengan program minyak curah subsidi dari pemerintah yang selama ini menjadi favorit di pasar sebenarnya kurang tepat. Sebab, dari segi ketahanan pakai dan hasil akhir masakan, terdapat perbedaan kualitas yang cukup signifikan. 

"Melalui pembuktian langsung di atas wajan, stereotipe miring terhadap alternatif minyak goreng perlahan mulai bergeser menjadi solusi efisiensi dapur yang nyata," pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya