Berita

Menlu RI Sugiono (Foto: Kemlu RI)

Dunia

Indonesia Serukan Penghentian Kekerasan dan Dialog Inklusif di Myanmar

SENIN, 13 JULI 2026 | 09:17 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penyelesaian damai krisis Myanmar melalui jalur ASEAN. 

Sikap tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri RI Sugiono saat menghadiri Pertemuan Informal Para Menteri Luar Negeri ASEAN dengan Myanmar di Bangkok, Thailand, pada Minggu waktu setempat, 12 Juli 2026.

Pertemuan yang diinisiasi Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 bersama Thailand sebagai tuan rumah itu menjadi tindak lanjut pembahasan pada KTT ASEAN ke-48 di Cebu, Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN secara daring pada 21 Mei 2026, serta kunjungan Menlu Sugiono ke Nay Pyi Taw pada 8 Juni 2026. 


Forum tersebut bertujuan memperoleh perkembangan terkini di Myanmar sekaligus mengidentifikasi langkah lanjutan ASEAN untuk mempercepat implementasi Five-Point Consensus (5PC) sebagai kerangka utama penyelesaian damai.

Dalam forum tersebut, Sugiono mendorong peninjauan implementasi 5PC secara objektif dan berimbang. Menurutnya, meski terdapat sejumlah perkembangan pascapemilihan umum, pelaksanaan konsensus lima poin itu masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam mewujudkan dialog yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan sebagai fondasi rekonsiliasi nasional.

"Dialog nasional yang inklusif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan adalah kunci menuju perdamaian dan rekonsiliasi nasional yang berkelanjutan," tegas Menlu.

Selain menekankan pentingnya dialog inklusif, Indonesia juga menegaskan bahwa Five-Point Consensus tetap menjadi acuan utama ASEAN dalam menangani krisis Myanmar. 

Penekanannya mencakup penghentian kekerasan, pelaksanaan dialog yang inklusif, serta penyaluran bantuan kemanusiaan yang aman dan tanpa diskriminasi. 

Indonesia juga mendorong penguatan mekanisme kolektif ASEAN, termasuk pembahasan mengenai perpanjangan mandat Utusan Khusus ASEAN guna menjaga kesinambungan proses perdamaian.

Sugiono mengatakan RI akan terus mendukung proses perdamaian yang dipimpin dan dimiliki oleh Myanmar melalui berbagai upaya keterlibatan dengan seluruh pemangku kepentingan. 

"Solusi yang berkelanjutan harus bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led. Indonesia siap membantu membangun jembatan untuk mewujudkan hal tersebut," pungkas Menlu.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya