Ilustrasi (Dok. RMOL)
Ilustrasi (Dok. RMOL)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melimpahkan tersangka beserta barang bukti (Tahap II) kepada Kejaksaan Negeri Sidoarjo sebagai bagian dari proses penuntutan atas dugaan penyimpangan pemberian fasilitas kredit di BPR tersebut.
Kasus ini berawal dari hasil pengawasan OJK yang menemukan dugaan rekayasa pembukuan dan penyimpangan dalam pemberian fasilitas kredit selama periode November 2017 hingga Agustus 2019. Tersangka berinisial KI selaku Direktur Utama PT BPR SAWA diduga menyetujui, memperpanjang, dan menaikkan plafon kredit secara tidak sah terhadap 13 fasilitas kredit milik 11 debitur dengan total plafon mencapai Rp5,835 miliar.
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Senin, 13 Juli 2026 | 06:23
Senin, 13 Juli 2026 | 06:05
Senin, 13 Juli 2026 | 06:03
Senin, 13 Juli 2026 | 05:32
Senin, 13 Juli 2026 | 05:23
Senin, 13 Juli 2026 | 05:09
Senin, 13 Juli 2026 | 05:03
Senin, 13 Juli 2026 | 04:36
Senin, 13 Juli 2026 | 04:05
Senin, 13 Juli 2026 | 04:02