Berita

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher (Foto: PBB)

Dunia

PBB Galang Dana usai Korban Tewas akibat Gempa Venezuela Tembus 4.333 Jiwa

MINGGU, 12 JULI 2026 | 10:53 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

PBB menggalang dana darurat internasional sebesar 296 juta dolar AS untuk membantu jutaan warga yang terdampak gempa kembar dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu. 

Hingga Sabtu waktu setempat, 11 Juli 2026, Presiden Majelis Nasional Venezuela Jorge Rodriguez melaporkan jumlah korban meninggal dunia telah mencapai sedikitnya 4.333 orang, sementara lebih dari 16.740 lainnya mengalami luka-luka. 

Gempa berkekuatan 7,2 magnitudo yang disusul beberapa detik kemudian oleh gempa 7,5 magnitudo itu juga menyebabkan ribuan bangunan hancur dan puluhan ribu warga kehilangan tempat tinggal.


Rodriguez mengatakan pemerintah masih mengerahkan kekuatan besar untuk mempercepat penanganan bencana di berbagai wilayah terdampak. 

"Saat ini, lebih dari 31.837 tentara dan 30.197 sukarelawan masih dikerahkan di seluruh negeri untuk menjamin kesejahteraan penduduk yang terkena dampak. Sebagai bagian dari upaya ini, kami telah memastikan bantuan medis kepada 31.193 pasien dan memastikan distribusi lebih dari 9.766 ton makanan," kata Rodriguez melalui media sosial. 

Hingga kini, sekitar 18.437 orang masih bertahan di kamp-kamp pengungsian sementara, sedangkan lebih dari 17.900 warga dilaporkan belum memiliki tempat tinggal.

PBB memperkirakan sekitar 1,3 juta penduduk membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak. 

Karena itu, badan dunia tersebut menggalang dana internasional guna memastikan kebutuhan dasar para penyintas, mulai dari pangan, layanan kesehatan, hingga tempat tinggal sementara, dapat segera terpenuhi.

Kepala Urusan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher yang mengunjungi La Guaira pekan ini mengaku bertemu dengan sejumlah ibu yang hingga kini masih mencari anak-anak mereka yang hilang. 

"Para ibu itu bertanya kepada saya tadi malam, 'Apakah bantuan akan datang?' Kita harus menunjukkan bahwa kita akan menjawab pertanyaan dari para ibu itu: bantuan akan datang. Mari kita tunjukkan bahwa solidaritas global tetap kuat seperti sebelumnya dan bahwa kita akan tetap teguh pada pendirian kita," tegasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya