Berita

Rektor UI Heri Hermansyah. (Foto: Dok Humas UI)

Nusantara

Kolaborasi UI-Tsinghua Buka Jalan Produksi Vaksin Dengue Buatan Indonesia

MINGGU, 12 JULI 2026 | 08:15 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Universitas Indonesia (UI) menggandeng Tsinghua University, China, untuk mengembangkan vaksin demam berdarah dengue berbasis teknologi mRNA. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis menuju kemandirian produksi vaksin nasional sekaligus memperkuat sistem kesehatan Indonesia.

Rektor UI Heri Hermansyah mengatakan, kerja sama tersebut tidak hanya menghasilkan inovasi di bidang kesehatan, tetapi juga membuka peluang hilirisasi industri dan memperkuat Program Imunisasi Nasional di masa depan.

"Kami bersama-sama menciptakan teknologi kesehatan yang dapat menyelamatkan nyawa, dengan dukungan dari Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)," kata Heri dalam peluncuran prototipe vaksin dengue berbasis mRNA di Jakarta, dikutip Sabtu 11 Juli 2026.


Menurut Heri, pemerintah memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan vaksin tersebut, mulai dari tahap penelitian laboratorium hingga proses uji klinis. Dukungan itu dinilai penting agar inovasi yang lahir dari perguruan tinggi dapat berlanjut hingga tahap produksi.

Ia berharap kolaborasi ini menjadi pijakan bagi pengembangan vaksin-vaksin lain di dalam negeri. Harapan itu sejalan dengan target pemerintah untuk memproduksi sendiri seluruh vaksin yang digunakan dalam Program Imunisasi Nasional.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mendorong pengembangan 11 jenis vaksin agar Indonesia tidak lagi bergantung pada produk impor.

Heri menilai kemitraan antara UI dan Tsinghua University menjadi contoh diplomasi akademik yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat. Selain memperkuat riset, kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi kesehatan yang dapat dimanfaatkan secara luas.

Pengembangan vaksin berbasis mRNA juga dinilai membuka peluang bagi tumbuhnya industri bioteknologi nasional, mengingat teknologi tersebut menjadi salah satu platform yang terus berkembang dalam pengembangan vaksin generasi baru.



Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya