Salim. M. Phill. (Foto: Dokumentasi Penulis)
Salim. M. Phill. (Foto: Dokumentasi Penulis)
KUNMING, ibu kota Provinsi Yunnan, hari ini berdiri tegak sebagai simbol metamorfosis radikal. Di kota yang dulu dianggap sebagai gerbang pedalaman Tiongkok ini, kereta cepat melesat, teknologi hijau terintegrasi, dan kemiskinan ekstrem telah disapu bersih.
Ironisnya, sejarah mencatat bahwa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tahun 1945--empat tahun lebih awal sebelum Mao Zedong mendeklarasikan Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1949. Namun hari ini, lintasan sejarah kedua peradaban ini tampak terbalik secara tragis.
Tiongkok telah melejit menjadi kekuatan superpower baru, menyisakan Amerika Serikat sebagai satu-satunya lawan tanding yang sepadan di panggung global. Dominasi militer, lompatan teknologi kecerdasan buatan, dan ledakan ekonomi mereka bukan lagi sekadar ambisi, melainkan realitas absolut. Mengejar Tiongkok hari ini tampaknya telah menjadi hilal yang mustahil bagi Indonesia.
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Senin, 06 Juli 2026 | 18:36
UPDATE
Minggu, 12 Juli 2026 | 00:01
Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:47
Sabtu, 11 Juli 2026 | 23:22
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:55
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:45
Sabtu, 11 Juli 2026 | 22:31
Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50
Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:42
Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:51
Sabtu, 11 Juli 2026 | 20:20