Berita

Bupati Sukoharjo, Etik Suryani (Foto: RMOL Jateng)

Publika

Duh Bu Etik Suryani

SABTU, 11 JULI 2026 | 00:38 WIB

WADUH, Bu Etik... kenapa harus korupsi sih? Mantan pegawai bank, duit ibu sudah berjibun. Gaji bupati tak habis tujuh turunan, kenapa mesti ngembat uang rakyat. Kan ditangkap KPK jadinya. 

Sukoharjo selama ini tenang. Lalu berubah jadi lokasi syuting film komedi hitam. Rakyat belum sempat selesai ngopi, sudah disuguhi kabar yang bikin dahi berkerut sekaligus pengin ketawa getir. 

Yang paling bikin penasaran bukan lagi Patung Elang Danadyaksa setinggi 8 meter di Jalan Ir. Soekarno, Solo Baru, melainkan enam koper hijau yang bikin seluruh Indonesia bertanya serempak, "Isinya apa, Bu? Buka dong!" Buka dikit, joss, ups.


Padahal elang itu bukan patung sembarangan. Dibuat dari 250 knalpot brong sitaan polisi dan diresmikan sendiri oleh Bupati Etik Suryani pada 2022. 

Filosofinya keren. Knalpot nakal disulap menjadi simbol ketertiban. Tapi siapa sangka, beberapa tahun kemudian justru muncul cerita baru lebih berisik dari seluruh knalpot itu digas bareng-bareng di alun-alun. Bunyinya, nye..nye..nye..

Etik Suryani, perempuan kelahiran Surakarta, 15 Maret 1963, kini berusia 63 tahun. Beliau kader PDI Perjuangan yang pada Pilkada 2024 diusung 12 partai politik. 

Dua belas, cak! Koalisinya segede rombongan Trump ke Ankara Turkiye. Hasilnya pun luar biasa. Beliau menang telak atas kotak kosong dengan 319.923 suara atau 66,76 persen. Bahkan lebih tinggi dibanding Pilkada 2020 yang meraih 266.500 suara atau 53,34 persen.

Rakyat sudah memberi mandat. Partai sudah memberi karpet merah. Penghargaan juga tidak sedikit.

Kariernya pun kinclong. Selama 27 tahun menjadi Kepala Cabang Bank Bumi Arta Tbk. Lulus Sarjana Ekonomi Universitas Surakarta pada 2010, kemudian Magister Manajemen STIE AUB Surakarta pada 2018. 

Beliau juga dikenal sebagai Bunda PAUD, bahkan pernah menerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden dan Anugerah PAUD Tingkat Nasional.

Harusnya kisah ini berakhir bahagia. Eh, malah berubah jadi episode "Enam Koper Hijau".

Kamis malam, 9 Juli 2026, sekitar pukul 21.00 WIB, KPK mengamankan Bunda Etik bersama empat orang lainnya di Solo Raya. Pemeriksaannya berlangsung di Mapolresta Surakarta hingga menjelang subuh.

Lalu muncullah bintang utama malam itu. Enam koper hijau.

Sekitar pukul 04.20 WIB, petugas membawa enam koper hijau jumbo beserta setumpuk berkas ke ruang pemeriksaan lantai dua. 

Netizen langsung gagal fokus. Enam koper itu mendadak lebih terkenal dari koper pemain Maroko yang sudah dipulangkan Mbappe cs. Orang-orang bukan lagi bertanya MBG gimana, melainkan bertanya, "Bu... koper hijau itu isinya apa? Buka dong... jangan bikin penasaran satu republik."

Menurut penyidik, koper-koper itu diduga berkaitan dengan penyidikan kasus pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Pukul 05.40 WIB, Si Etik keluar memakai kemeja putih, rompi hitam, celana jeans, masker hitam, dan kerudung hitam. Setelah itu naik bus biru menuju Bandara Adi Sumarmo untuk diterbangkan ke Jakarta. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, telah mengonfirmasi penangkapan tersebut.

Ironinya benar-benar level dewa. Sukoharjo punya Petilasan Kerajaan Pajang yang mengajarkan amanah. Lambang daerahnya memuat gunung sebagai simbol keteguhan dan air sebagai lambang kehidupan. Ada pula Alun-Alun Satya Negara yang berarti setia kepada negara. Simbol-simbol itu seolah sedang saling pandang sambil mengelus dada.

Sementara publik kini justru lebih hafal jumlah koper dari jumlah penghargaan yang pernah diterima Bu Etik.

LHKPN juga menunjukkan kekayaannya meningkat dari Rp6,23 miliar pada 2021 menjadi Rp9,12 miliar pada 2025, atau bertambah sekitar Rp3 miliar dalam empat tahun. Angka yang membuat rakyat kecil cuma bisa menatap saldo rekening sambil berkata, "Punya kami naiknya cuma biaya admin."

Kini KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum Bu Etik. Sementara rakyat hanya bisa menatap Patung Elang Danadyaksa dan bergumam, "Dulu elang itu dibuat dari knalpot brong hasil sitaan. Sekarang yang paling berisik justru enam koper hijau. 

Duh Bu Etik... kalau memang tak ada apa-apa, buka dong kopernya, biar yang penasaran tidak sampai mimpi ketemu koper hijau seminggu penuh."

Rosadi Jamani
Wartawan senior

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya