Berita

Timnas Portugal ditekuk Spanyol dengan skor 1-0 pada laga babak 16 besar yang berlangsung di Dallas Stadium, Texas, Amerika Serikat, Selasa 7 Juli 2026 dini hari WIB. (Foto: Istimewa)

Publika

Tikaman Menit Akhir Pulangkan Portugal

SELASA, 07 JULI 2026 | 12:27 WIB | OLEH: AGUNG NUGROHO*

JAUH sebelum saling jegal di lapangan hijau, Portugal dan Spanyol sudah lebih dulu berduel memperebutkan dunia. 

Berabad-abad silam, dua kerajaan di Semenanjung Iberia ini berlomba mengarungi samudra, membangun koloni, hingga membagi wilayah kekuasaan lewat Perjanjian Tordesillas. 

Sejarah memang sudah berganti halaman. Tapi setiap kali Portugal dan Spanyol bertemu, aroma rivalitas itu selalu ikut turun ke rumput hijau.


Kali ini taruhannya bukan lagi rempah-rempah, jalur pelayaran, atau tanah jajahan. Taruhannya jauh lebih sederhana, tetapi sama mahalnya: satu tiket menuju perempat final Piala Dunia 2026. 

Di satu sisi berdiri Cristiano Ronaldo yang kemungkinan sedang memainkan Piala Dunia terakhirnya. 

Di sisi lain, Spanyol datang membawa generasi baru yang ingin membuktikan bahwa estafet kejayaan La Furia Roja masih jauh dari kata selesai.

Begitu peluit dibunyikan, Spanyol langsung mengambil alih kendali permainan. Rodri malam itu seperti remote TV. Mau pertandingan dipercepat, diperlambat, atau dipindah arahnya, tombolnya seolah ada di kaki dia. 

Dani Olmo sibuk mencari celah, sementara Lamine Yamal terus memaksa pertahanan Portugal bekerja ekstra keras. Untung saja Diogo Costa sedang tampil kesurupan. 

Kalau kiper boleh mengajukan uang lembur ke HRD FIFA, malam itu mungkin dialah pegawai paling layak menerima bonus.

Portugal bukannya tanpa perlawanan. Cristiano Ronaldo masih berlari mengejar setiap bola seolah umur di KTP-nya salah cetak. 

João Félix sempat membuat pendukung Spanyol menahan napas, sementara Nuno Mendes nyaris memecahkan kebuntuan andaikan tembakannya yang sempat berubah arah tidak lebih dulu mencium mistar gawang.

Di sisi lain, Unai Simón benar-benar bikin Ronaldo dan kawan-kawan kena ghosting. Sudah berkali-kali ngasih kode lewat tembakan, balasannya tetap nihil. 

Mau yang keras, pelan, sundulan, sampai bola liar, semuanya cuma di-read tanpa pernah dibalas.

Babak kedua berubah menjadi perang kesabaran. Portugal mencoba membangun serangan lewat Bruno Fernandes. 

Sayangnya, Rodri dan kawan-kawan menempel Bruno begitu rapat sampai kreativitasnya seperti sinyal WiFi di gunung. Ikonnya ada, tapi dipakai buka satu halaman saja muter-muter dulu.

Spanyol tetap tenang. Mereka tidak terburu-buru. Bola diputar ke kiri, ke kanan, kembali ke tengah, lalu diulang lagi. 

Portugal dipaksa terus berlari mengejar bayangan. Ketika sebagian penonton mulai menghitung kemungkinan babak tambahan waktu, Luis de la Fuente rupanya sudah menyimpan satu adegan penutup.

Memasuki menit 90+1, Ferran Torres mengirim umpan matang ke dalam kotak penalti. Mikel Merino yang baru masuk sebagai pemain pengganti kelakuannya persis tamu kondangan yang datang belakangan tapi pulangnya bawa doorprize. 

Satu sentuhan dingin, bola bersarang di gawang Diogo Costa.

Gol!

Satu stadion langsung meledak. Pendukung Spanyol berpesta. Sementara Portugal seperti baru sadar kalau mimpi buruk itu datang tanpa undangan.

Portugal langsung menyerbu habis-habisan. Bernardo Silva mencoba peruntungannya lewat sundulan, tetapi bola melayang tipis di atas mistar. 

Sayangnya, wasit malam itu lebih tegas daripada guru pengawas ujian. Begitu waktu habis, ya habis. Tidak ada remedial, apalagi perpanjangan.

Peluit panjang berbunyi. Portugal 0-1 Spanyol. Matador melaju ke perempat final. Seleção das Quinas? Terpaksa mengemasi koper lebih cepat.

Kemenangan ini menjadi bukti bahwa regenerasi Spanyol berjalan mulus. Rodri kembali menunjukkan mengapa ia menjadi nyawa permainan, sementara Lamine Yamal semakin memperlihatkan bahwa masa depan La Furia Roja berada di tangan yang tepat.

Sebaliknya bagi Portugal, malam ini terasa seperti penutup sebuah babak besar. Belum tentu ini menjadi pertandingan terakhir Cristiano Ronaldo sebagai pesepak bola, tetapi sangat mungkin inilah kali terakhir dunia menyaksikan CR7 bertarung di panggung Piala Dunia.

Tak ada drama berlebihan. Kamera menangkap Cristiano Ronaldo berjalan meninggalkan lapangan dengan wajah penuh kecewa, sementara para pemain Spanyol larut dalam selebrasi. 

Kadang sepak bola memang sesederhana itu. Bermain disiplin selama hampir 90 menit bisa runtuh hanya karena satu kelengahan.

Ironisnya, berabad-abad lalu Portugal dan Spanyol pernah berlomba menguasai dunia. Portugal memang lebih dulu membuka jalur pelayaran ke Timur, tetapi dalam urusan sepak bola malam ini, Spanyollah yang kembali menjadi penguasa Semenanjung Iberia. 

Tiket perempat final dibawa pulang La Furia Roja, sementara Portugal harus mengakhiri perjalanan lebih cepat.

Dan seperti sejarah yang selalu berputar, rivalitas keduanya kembali melahirkan satu pemenang. 

Kali ini bukan soal siapa yang menguasai lautan atau membangun koloni paling luas, melainkan siapa yang paling tenang memanfaatkan satu peluang emas. Jawabannya adalah Spanyol.

Selamat jalan, Cristiano Ronaldo. Piala Dunia mungkin bukan panggung yang paling ramah bagimu. 

Namun sepak bola akan selalu mengingat bahwa pernah ada seorang anak dari Madeira yang mengajarkan dunia satu hal: bakat bisa membuatmu dikenal, tetapi kerja keraslah yang membuatmu menjadi legenda.

*Pemain Bola Kampung

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya