Berita

Ilustrasi

Politik

AI hingga Algoritma Media Sosial, Peluang Mempertahankan Budaya Lokal

SELASA, 07 JULI 2026 | 11:23 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Di tengah derasnya arus digitalisasi, masyarakat dituntut tidak hanya mampu beradaptasi dengan teknologi, tetapi juga menjaga identitas budaya agar tetap relevan di ruang digital.

Adaptasi itu penting, seiring perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), algoritma media sosial, serta perubahan pola konsumsi informasi yang menjadi tantangan baru terhadap keberlangsungan budaya lokal di Indonesia.

Isu tersebut menjadi fokus utama dalam Webinar Contemporary Digital Culture 2026 dengan tema "Strategi Komunikasi dan Tantangan Ketahanan Budaya Lokal di Ruang Digital" yang diselenggarakan Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Jakarta.


Kepala Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Dr. Prima Mulyasari Agustini, mengatakan bahwa transformasi digital tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman bagi budaya lokal, melainkan sebagai momentum untuk memperluas eksistensi dan daya saing budaya Indonesia di tingkat global.

"Ruang digital justru membuka peluang bagi masyarakat untuk mendokumentasikan, memperkenalkan, dan mengembangkan kekayaan budaya Indonesia kepada audiens yang jauh lebih luas," ujar Prima dalam keterangan tertulis, Selasa 7 Juli 2026.

Ditambahkan Dosen Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, Eli Jamilah Miharja, perkembangan teknologi perlu dipahami tidak hanya dari sisi inovasi, tetapi juga melalui perspektif sosial dan budaya.

Katanya, transformasi digital tidak hanya mengubah teknologi yang digunakan, tetapi juga cara membangun relasi sosial, memahami budaya, dan membentuk identitas. 

"Karena itu, pendekatan akademik melalui riset menjadi penting agar perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab tanpa mengikis nilai-nilai budaya yang menjadi identitas bangsa," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya