Berita

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau fasilitas produksi kendaraan listrik PT Terang Dunia Internusa (UNTD) Plant III di Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: Setwapres)

Politik

Gibran Tinjau Fasilitas Produksi Kendaraan Listrik

JUMAT, 26 JUNI 2026 | 18:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming meninjau fasilitas produksi kendaraan listrik PT Terang Dunia Internusa (UNTD) Plant III di Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat, 26 Juni 2026.

Tinjauan ini sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat sektor manufaktur nasional dan mempercepat transformasi menuju industri bernilai tambah.

Kunjungan ini juga sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong hilirisasi industri dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.


Gibran meninjau secara langsung proses produksi kendaraan listrik, mulai dari pemaparan proses manufaktur, gudang suku cadang, area pengecatan, hingga perakitan kendaraan. Wapres juga melihat sejumlah unit sepeda motor listrik yang telah siap dipasarkan.

Implementasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dalam proses produksi kendaraan listrik turut menjadi perhatian Wapres dalam peninjauan tersebut. 

Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Henry Mulyadi, mengatakan Wapres mengapresiasi komitmen perusahaan dalam meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri.

“Beliau melihat hasil produksi kita yang memang produk dalam negeri,” ujar Henry.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan komponen dalam negeri dalam proses produksi kendaraan listrik di tempat ini telah memenuhi ketentuan TKDN yang ditetapkan pemerintah.

“Dengan TKDN kita di atas 60 persen,” lanjutnya.

Henry menambahkan, kemampuan memproduksi sebagian besar komponen secara mandiri di dalam negeri turut mendapat perhatian dari Wapres.

“Beliau senang sekali karena banyak sekali part-part (bagian-bagian) yang kita sudah produksi sendiri di dalam negeri,” tutur Henry.

Peninjauan ini mencerminkan dukungan pemerintah terhadap penguatan industri kendaraan listrik nasional sebagai salah satu sektor strategis dalam transformasi ekonomi. 

Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok industri nasional, meningkatkan daya saing sektor manufaktur, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik yang berkelanjutan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya