Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di hadapan keluarga besar Akademi Angkatan Laut Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Istimewa)

Politik

Tidak Sekadar Cetak Prajurit, AHY Bedah Empat Misi Taruna AAL

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 15:32 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Akademi Angkatan Laut  tidak sekadar menjadi tempat mencetak prajurit. Tetapi, tempat menempa prajurit masa depan yang bukan hanya petarung, tetapi juga pemimpin, pemikir strategis, dan diplomat bangsa.

Begitu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di hadapan keluarga besar Akademi Angkatan Laut Bumimoro, Surabaya, Jawa Timur.

Menurut AHY, dunia yang akan dihadapi generasi muda TNI Angkatan Laut jauh lebih kompleks dibanding masa-masa sebelumnya. Persaingan geopolitik, perkembangan teknologi, keamanan maritim, hingga dinamika ekonomi global menuntut kualitas kepemimpinan yang berbeda. Karena itu, para taruna tidak cukup hanya dibekali kemampuan militer.


“Tadi saya menitipkan pesan bahwa para taruna dididik dan dilatih dengan keras di sini untuk menjadi warrior, menjadi leader, menjadi strategist, dan juga diplomat,” ujar AHY dalam keterangan tertulis, Kamis 25 Juni 2026.

Bagi AHY, seorang perwira harus memiliki keberanian untuk bertempur ketika negara memanggil. Namun pada saat yang sama, ia juga harus mampu memimpin organisasi, membaca perubahan strategis dunia, serta membangun komunikasi dengan bangsa-bangsa lain.

Peran diplomat menjadi semakin penting karena Indonesia merupakan negara maritim yang berinteraksi dengan banyak negara melalui jalur laut internasional.

AHY bahkan mengingatkan bahwa banyak perwira Angkatan Laut yang pada akhirnya menjadi wajah Indonesia di berbagai forum dan pelayaran internasional. 

Karena itu, ia berharap para taruna tidak hanya mengejar prestasi akademik dan kemampuan fisik, tetapi juga memperluas wawasan, memperkuat karakter, dan membangun kemampuan berpikir strategis.

“Indonesia memiliki bonus demografi yang besar. Tugas kita adalah memastikan bonus itu berubah menjadi kekuatan,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya