Berita

Potret jembatan gantung yang telah dibangun pemerintah (Foto: Instagram)

Politik

Pemerintah Kebut Penyelesaian 5.000 Jembatan Gantung hingga Akhir 2026

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 14:38 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah terus mempercepat pembangunan jembatan gantung di berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas nasional hingga ke daerah-daerah terpencil. 

Perkembangan pembangunan tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya melalui unggahan video di akun media sosialnya yang menampilkan progres pembangunan jembatan gantung di sejumlah daerah. 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya menghadirkan sarana fisik, tetapi juga membuka akses dan harapan baru bagi masyarakat yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis.


"Membangun jembatan, menghubungkan harapan," ungkap Teddy mengawali keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa banyak wilayah di Indonesia yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dilalui. 

Karena itu, Presiden Prabowo Subianto mendorong pembangunan jembatan gantung sebagai solusi untuk mempercepat mobilitas masyarakat dan pemerataan pembangunan. 

"Melalui program pembangunan jembatan gantung, Presiden Prabowo mendorong konektivitas yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih merata hingga ke pelosok Indonesia," ujarnya.

Menurut Teddy, percepatan pembangunan dilakukan melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, TNI AD, dan warga setempat. 

"Kini, melalui kerja sama pemerintah, TNI AD dan masyarakat, jembatan-jembatan baru pun terus hadir, menghubungkan wilayah-wilayah yang selama bertahun-tahun terpisahkan oleh sungai dan medan yang sulit dijangkau," tambahnya.

Pemerintah menargetkan sebanyak 2.500 jembatan gantung dapat diselesaikan pada Agustus 2026. Setelah itu, pembangunan akan terus dipacu hingga mencapai target 5.000 jembatan pada penghujung tahun mendatang. 

Kehadiran infrastruktur tersebut dinilai membawa dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kemudahan akses transportasi hingga peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

Bagi generasi muda yang tinggal di wilayah terpencil, jembatan gantung memiliki arti yang jauh lebih besar daripada sekadar penghubung dua kawasan. Infrastruktur itu menjadi simbol terbukanya peluang dan masa depan yang lebih baik. 

"Bagi anak-anak yang harus berangkat sekolah setiap hari, jembatan bukan hanya penghubung dua tepi sungai. Jembatan adalah penghubung menuju masa depan," pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya