Berita

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin. (Repro YouTube DPR)

Politik

Menkes: Ketimpangan Penghasilan Dokter Sangat Tajam

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 13:23 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Besarnya ketimpangan penghasilan di kalangan dokter di Indonesia, disorot Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Ia menyebut, perbedaan pendapatan antara dokter dengan penghasilan tertinggi dan terendah bisa mencapai ribuan kali lipat, sehingga perlu segera ditata agar lebih berkeadilan.

Budi mengungkapkan bahwa sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang memiliki kesenjangan pendapatan sangat tinggi. Kondisi itu, kata dia, memunculkan banyak keluhan dari tenaga medis yang berada di lapisan bawah.


"Di Jakarta ada yang dapatnya ordenya sebulan miliaran. Ini adalah salah satu bidang di mana gap-nya tinggi sekali," kata Budi dalam rapat kerja (raker) dengan Komisi IX DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis 25 Juni 2026.

Menurut Budi, tingginya kesenjangan tersebut tidak hanya terlihat dari praktik pelayanan kesehatan di kota-kota besar, tetapi juga tercermin dari perbedaan tunjangan dokter spesialis di berbagai daerah.

Ia mencontohkan, tunjangan dokter spesialis di Kabupaten Bone hanya sekitar Rp3 juta per bulan, sedangkan di Kabupaten Mahakam Ulu mencapai Rp80 juta per bulan.

"Ini saya kasih contoh aja, ya. Ini adalah tunjangan untuk dokter spesialis, Bapak-Ibu. Di Kabupaten Bone Rp3 juta, di Mahakam Ulu Rp80 juta," kata Budi.

Budi mengakui kondisi itu berpotensi menimbulkan rasa ketidakadilan di kalangan dokter yang memiliki tingkat pendidikan dan kompetensi yang sama.

"Saya menyadari, ya pasti biar gimana pun teman-teman dokter spesialis yang sama, lulusan yang sama, lihat gini kan dia pasti akan sedih, kan," kata Budi.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya