Berita

Presiden Prabowo Subianto, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat menekan tombol peresmian bersama-sama. (Foto: Dokumentasi RMOL/Tangkapan layar)

Politik

Prabowo Bisa Ikuti Jejak SBY dan Jokowi Menang Mudah di Periode Kedua

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 12:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Peluang Presiden Prabowo Subianto untuk kembali memenangkan Pilpres 2029 dinilai cukup besar apabila memutuskan maju untuk periode kedua.

Pengamat politik Adi Prayitno menilai status Prabowo sebagai petahana menjadi modal politik yang sangat kuat untuk menghadapi kontestasi lima tahunan mendatang.

“Apapun judulnya Prabowo adalah petahana, presiden yang saat ini berkuasa, jika maju kembali 2029, soal kemungkinan akan kembali mudah memenangkan pertarungan politik, secara kalkulasi politik, secara statistik itu sangat mudah,” kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 25 Juni 2026.


Direktur Parameter Politik Indonesia itu menjelaskan, pengalaman politik Indonesia menunjukkan bahwa presiden yang sedang menjabat cenderung memiliki peluang lebih besar untuk kembali memenangkan pemilihan presiden.

Menurutnya, terdapat korespondensi historis yang memperlihatkan petahana relatif lebih mudah memperoleh dukungan politik dibanding kandidat lain.

Adi mencontohkan keberhasilan Susilo Bambang Yudhoyono saat maju pada Pilpres 2009. Meski berpasangan dengan Boediono yang saat itu tidak memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas setinggi tokoh politik lainnya, pasangan tersebut tetap mampu meraih kemenangan dengan relatif mudah.

Menurut Adi, keberhasilan itu tidak lepas dari tingginya tingkat dukungan publik terhadap pemerintahan SBY pada periode pertama.

Hal serupa juga terjadi pada Pilpres 2019 ketika Joko Widodo kembali maju sebagai petahana bersama Ma'ruf Amin.

“Sekalipun pasangannya KH Maruf Amin yang tentu saja tidak pernah muncul dalam spotlite pembicaraan politik, tidak pernah memiliki popularitas dan elektabilitas yang cukup tinggi. tapi Jokowi-Maruf Amin di periode kedua memenangkan peraturan politik dengan secara signifikan,” ujarnya.

Berkaca dari pengalaman tersebut, Adi menilai peluang Prabowo untuk kembali memenangi Pilpres 2029 sangat terbuka apabila kinerja pemerintahannya mendapat apresiasi publik hingga akhir masa jabatan.

“Jadi tidak mengherankan jika Prabowo maju kembali 2029 posisinya sebagai petahana, sebagai presiden yang sedang berkuasa, rasanya sangat mungkin mudah memenangkan pertarungan Pilpres,” pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya