Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Emas Jatuh 3,3 Persen, Investor Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 07:46 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas merosot tajam pada akhir perdagangan Rabu 24 Juni 2026, menembus level psikologis 4.000 Dolar AS per ons dan menyentuh titik terendah dalam lebih dari tujuh bulan terakhir. 

Pelemahan dipicu penguatan Dolar AS serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve.

Emas spot turun 3,3 persen menjadi 3.973,79 Dolar AS per ons setelah sempat menyentuh level terendah sejak November 2025. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus ditutup melemah 3,4 persen ke 4.008,80 Dolar AS per ons.


Penguatan Dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga mengurangi daya tariknya. Di saat yang sama, pelaku pasar semakin meyakini The Fed akan mempertahankan sikap hawkish, seiring kekhawatiran bahwa konflik Iran dapat memicu tekanan inflasi.

Trader logam independen, Tai Wong, mengatakan kombinasi ekspektasi kenaikan suku bunga pada September, dolar AS yang berada di level tertinggi dalam 13 bulan, serta menurunnya ekspektasi inflasi telah menekan pasar logam mulia. Meski demikian, menurut dia, emas masih memiliki area support di bawah 3.900 Dolar AS per ons dan pembelian oleh bank sentral terus berlanjut sehingga risiko penurunan yang lebih dalam relatif terbatas.

Sejak mencapai rekor tertinggi 5.594,82 Dolar AS per ons pada akhir Januari, harga emas telah terkoreksi lebih dari 1.600 Dolar AS per ons. 

Investor kini menantikan data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis Kamis sebagai indikator inflasi utama acuan The Fed. Analis FXTM, Lukman Otunuga, menilai sinyal yang lebih hawkish dari pejabat The Fed atau data ekonomi yang memperkuat peluang kenaikan suku bunga berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.

Tekanan jual juga melanda logam mulia lainnya. Harga perak spot anjlok 9,1 persen menjadi 56,41 Dolar AS per ons, sedangkan platinum turun 5,5 persen ke 1.560,72 Dolar AS per ons dan paladium melemah 6,8 persen menjadi 1.153,68 Dolar AS per ons.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya