Berita

Pihak Legal Corporate sekaligus Pemegang Saham PT Urban Retail Internasional memberikan klarifikasi resmi di hadapan forum sidang Pansus Hak Angket DPRD Gowa terkait proyek pengadaan seragam sekolah. (Foto: YouTube DPRD Gowa)

Nusantara

Urban Ritel Bantah Ada Commitment Fee Proyek Seragam Gratis Gowa

RABU, 24 JUNI 2026 | 22:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Urban Ritel International membantah tudingan pemberian commitment fee dalam proyek pengadaan seragam sekolah gratis untuk siswa SD dan SMP di Kabupaten Gowa tahun anggaran 2025.

Investor PT Urban Ritel International, Fariq menegaskan, dana sebesar 10 hingga 15 persen yang dipersoalkan bukan commitment fee, melainkan biaya operasional untuk mendukung administrasi dan distribusi barang.

"Berita yang beredar itu tidak benar. Pemberian dana sekitar 10 sampai 15 persen sebagaimana yang dituduhkan kepada kami bukanlah commitment fee, melainkan murni dana operasional," kata Fariq dalam siaran persnya, Rabu, 24 Juni 2026.


Menurut Fariq, dana awal yang ditransfer ke rekening atas nama Muh Basri, yang disebut sebagai perantara dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa digunakan untuk kebutuhan operasional di lapangan.

Ia menjelaskan, proses pengiriman barang berupa seragam sekolah memerlukan pengurusan dokumen, kelengkapan administrasi, pengawalan distribusi, hingga kebutuhan teknis lain di daerah tujuan.

"Kalau kami mau mengirim barang berupa baju, tentu ada pengurusan dokumen, kelengkapan administrasi, memastikan barang terkirim dengan aman, dan kebutuhan lain. Orang-orang yang bekerja di Gowa juga membutuhkan biaya operasional. Tidak mungkin semua proses itu berjalan tanpa dana operasional," ujarnya.

Fariq mengaku telah menyampaikan penjelasan tersebut dalam sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Gowa yang membahas dugaan penyelewengan proyek pengadaan seragam sekolah gratis Tahun Anggaran 2025.

Dalam sidang perdana Pansus pada Jumat, 19 Juni 2026, proyek pengadaan seragam gratis bagi siswa baru SD dan SMP itu menjadi sorotan lantaran diduga terdapat penyimpangan dalam proses pelaksanaannya.

Proyek yang disebut bernilai sekitar Rp15 miliar tersebut diperuntukkan bagi pengadaan seragam bagi siswa baru di lebih dari 400 sekolah di Kabupaten Gowa.

Pansus DPRD Gowa memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, mulai dari jajaran Dinas Pendidikan, pejabat pengadaan, pihak penyedia, hingga pihak lain yang disebut mengetahui proses pengadaan.

Dalam persidangan itu, muncul keterangan mengenai transfer dana Rp600 juta dari rekening PT Urban Ritel International ke rekening atas nama Muh Basri. Dana tersebut disebut berkaitan dengan proyek pengadaan seragam gratis.

Pansus juga mendalami dugaan adanya pengaturan dalam proses pengadaan melalui sistem katalog elektronik atau e-catalog. Namun, seluruh informasi tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman Pansus Hak Angket DPRD Gowa.

Fariq mengatakan, dirinya hadir dalam sidang tersebut dan telah menjelaskan bahwa dana yang dipersoalkan bukan bentuk commitment fee.

"Saya juga hadir di sana dan sudah menyampaikan bahwa tidak ada commitment fee, melainkan murni dana operasional. Namun yang kemudian tersebar di media justru disebut sebagai commitment fee," katanya.

PT Urban Ritel International berharap klarifikasi tersebut dapat memberikan pemahaman utuh kepada masyarakat serta mencegah munculnya persepsi sepihak terkait perkara yang sedang bergulir.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya