Berita

Presiden Partai Buruh Said Iqbal (Foto YouTube Sekretariat Presiden)

Bisnis

Potensi PHK di Industri Komponen Otomotif Masih Bisa Dicegah Lewat Negosiasi

RABU, 24 JUNI 2026 | 14:48 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kekhawatiran terhadap potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor industri komponen otomotif Jawa Timur masih menjadi perhatian kalangan pekerja. 

Meski pemerintah menyatakan belum ada relokasi pabrik ke Vietnam, serikat buruh menilai ruang negosiasi dengan manajemen dan prinsipal di Jepang masih sangat terbuka untuk mencegah perpindahan produksi.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, mengatakan hingga saat ini proses dialog antara serikat pekerja dan pihak perusahaan masih berlangsung.


Menurutnya, terdapat sekitar 4.000 pekerja di Pasuruan dan Mojokerto yang berpotensi terdampak apabila rencana pemindahan lini produksi benar-benar terealisasi.

“Memang agak besar (potensi PHK), tapi kalau kita bisa meyakinkan mereka, prinsipal di Jepang, kemungkinan pindah ke Vietnam itu tidak akan dilakukan,” ujar Said Iqbal saat ditemui di sela Rapat Kerja Nasional KSPI 2026 di Jakarta, dikutip Rabu 24 Juni 2026. 

Ia menegaskan bahwa rencana relokasi tersebut belum menjadi keputusan final. Proses pemindahan fasilitas produksi dinilai tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat sehingga masih tersedia kesempatan untuk mencari solusi bersama.

“Karena ini juga belum terjadi, pemindahan itu tidak semudah itu. Kemungkinan itu kata mereka satu hingga dua tahun ke depan. Berarti kita masih punya waktu untuk bernegosiasi,” katanya.

Said Iqbal belum bersedia mengungkap identitas dua perusahaan yang dimaksud dan hanya menyebut inisial PT J dan PT S, yang diketahui memiliki induk usaha di Jepang.

Ia menyebut PT J saat ini mempekerjakan sekitar 7.000 pekerja. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.000 pekerja disebut berpotensi terdampak apabila skenario relokasi benar-benar dijalankan.

“Memang kemungkinan baru omong-omong ya, baru omong-omong 4.000. Tapi saya tidak begitu yakin 4.000 orang, karena ini baru omong-omong. Biasanya kalau manajemen itu ambil angka tinggi, mungkin ribuan, tapi tidak mungkin 4.000 orang,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa ancaman PHK masih berada pada tahap antisipasi dan belum menjadi keputusan yang pasti. Serikat pekerja berharap dialog dengan manajemen serta prinsipal di Jepang dapat menghasilkan kesepakatan yang menjaga keberlanjutan investasi sekaligus mempertahankan lapangan kerja di Indonesia.


Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya