Berita

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu. (Foto: TVR Parlemen)

Politik

LPS Perkirakan Kinerja Keuangan Lampaui Target

Kontribusi ke PNBP Dimulai 2028
RABU, 24 JUNI 2026 | 13:31 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memperkirakan kinerja keuangannya tahun ini berada di atas target dengan capaian sekitar 103 persen. Kondisi tersebut membuka peluang kontribusi terhadap penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mulai 2028.

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, realisasi pendapatan dan kinerja keuangan hingga pertengahan tahun berada di atas proyeksi awal.

“Secara umum kami sampaikan bahwa perkiraan realisasi satu semester itu di atas target,” kata Anggito di Gedung DPR, Jakarta, Rabu 24 Juni 2026. 


Ia menjelaskan, sumber pendapatan LPS berasal dari premi penjaminan, premi program restrukturisasi perbankan (PRP), serta investasi Surat Berharga Negara.

“Untuk penerimanya, dan profitnya juga kurang lebih di atas target. Ini kita menghitung kira-kira akhir tahun harusnya 103 persen dari target yang kami sampaikan ke Kementerian Keuangan,” kata Anggito.

Dari sisi belanja, LPS mengalokasikan sekitar Rp2 triliun untuk biaya operasional tahunan. Hingga semester pertama, realisasinya tercatat sekitar Rp830 miliar.

Selain itu, terdapat anggaran kebijakan sebagai cadangan penanganan bank bermasalah dan pembayaran klaim penjaminan simpanan.

“Anggaran kebijakan itu semacam buffer kalau ada resolusi. Dan memang untuk PPR kami mengalokasikan itu untuk surveillance sampai proses resolusi,” kata Anggito.

Ia menambahkan, hingga akhir tahun, kebutuhan klaim penjaminan diperkirakan mencapai sekitar Rp1,18 triliun, tergantung jumlah kasus yang ditangani.

Anggito juga menyebut belanja modal LPS digunakan untuk penguatan kantor dan sistem teknologi informasi, termasuk sistem monitoring dan surveillance perbankan.

Ke depan, LPS memperkirakan surplus tahun berjalan akan lebih tinggi dari target. Jika kondisi terjaga, lembaga itu menargetkan mulai berkontribusi ke PNBP pada 2028.

“Kalau keadaannya seperti ini terus, kita bisa memberikan kontribusi kepada PNBP mulai tahun 2028,” pungkas Anggito.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya