Berita

Ilustrasi pekerja. (Foto: Istimewa)

Politik

Pemerintah Diminta Genjot Program Padat Karya di Tengah Ancaman PHK

RABU, 24 JUNI 2026 | 13:10 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang menghantui puluhan ribu buruh di sektor industri manufaktur memunculkan keprihatinan mendalam dari Anggota Komisi IX DPR RI, Asep Romy Romaya.

Dia pun mendesak pemerintah untuk segera mengintervensi situasi ini dengan memperbanyak program padat karya dalam jangka pendek. 

Sebab gelombang PHK massal bukan hanya pukulan telak bagi para pekerja dan keluarganya, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi stabilitas ekonomi makro karena berpotensi melumpuhkan konsumsi rumah tangga nasional.


"Ancaman ini tidak bisa diabaikan karena menyangkut keberlangsungan hidup para pekerja dan keluarganya. Pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dan konkret. Memperbanyak program padat karya bisa menjadi salah satu solusi taktis untuk menjaga perputaran ekonomi di daerah agar tetap berjalan," ujar Asep Romy di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2026.

Legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asal Jawa Barat ini menjelaskan bahwa program padat karya memiliki peran strategis untuk menyerap tenaga kerja yang mendadak menganggur secara cepat. 

Pemerintah diminta memperluas cakupan proyek padat karya ini di berbagai sektor, mulai dari perbaikan infrastruktur dasar, rehabilitasi lingkungan, pengelolaan sampah, hingga proyek pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.

Meski demikian, Asep Romy menekankan bahwa padat karya tidak boleh sekadar menjadi bantalan penghasilan sementara. Ia menuntut adanya integrasi yang kuat antara proyek fisik dengan program pelatihan keterampilan (skilling) dan peningkatan kompetensi tenaga kerja yang masif di daerah-daerah.

"Pemerintah perlu memperbanyak program pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk melibatkan lembaga pelatihan kerja swasta di samping Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah," tuturnya.

Lebih lanjut, politisi PKB ini mengusulkan sebuah terobosan dalam kurikulum pelatihan bagi para korban PHK, yakni penyisipan materi peningkatan kemampuan bahasa asing secara intensif. Langkah ini dinilai penting untuk membuka keran peluang baru di pasar global.

"Diharapkan terdapat kurikulum pelatihan peningkatan kemampuan bahasa asing, sehingga dari hasil pelatihan masyarakat memiliki kesempatan untuk bekerja di luar negeri melalui prosedur yang sah," kata Asep Romy.

Menutup pernyataannya, Asep Romy mengingatkan pemerintah, dunia usaha, dan sektor industri untuk segera duduk bersama merumuskan formula perlindungan hak buruh sekaligus menjaga napas keberlangsungan usaha.

"Jangan sampai gelombang PHK semakin meluas dan menimbulkan persoalan sosial baru seperti meningkatnya angka pengangguran dan kemiskinan. Negara harus hadir untuk memastikan masyarakat tetap memiliki kesempatan bekerja dan memperoleh penghasilan yang layak," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya