Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

Harga Emas Dunia Tergelincir Dipicu Ekspektasi Suku Bunga The Fed

RABU, 24 JUNI 2026 | 07:42 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas kembali melemah pada akhir perdagangan Selasa 24 Juni 2026, tertekan oleh penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) ke level tertinggi dalam lebih dari setahun. 

Pelemahan juga dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga bank sentral AS.

Harga emas spot turun 1,4 persen menjadi 4.131,24 Dolar AS per ons, sedangkan kontrak emas berjangka AS pengiriman Agustus ditutup melemah 1,3 persen ke 4.149,40 Dolar AS per ons.


Penguatan Dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga mengurangi daya tarik logam mulia tersebut. Pelaku pasar juga semakin meyakini The Fed akan mempertahankan sikap agresif dalam menjinakkan inflasi setelah pertemuan kebijakan pekan lalu.

Kenaikan suku bunga umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan daya tarik instrumen investasi yang menawarkan imbal hasil, sementara emas tidak memberikan bunga.

Di sisi lain, meredanya ketegangan antara AS dan Iran turut mengurangi minat terhadap aset safe haven. Washington memberikan pengecualian sanksi selama 60 hari bagi Iran setelah putaran awal pembicaraan damai dinilai menunjukkan kemajuan. Kondisi tersebut juga membantu pemulihan lalu lintas tanker di Selat Hormuz dan menekan harga minyak mentah.

Investor kini menanti data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis Kamis mendatang untuk memperoleh petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Tekanan jual juga melanda logam mulia lainnya. Harga perak spot anjlok 4,9 persen menjadi 61,98 Dolar AS per ons, platinum turun 1,2 persen ke 1.657,92 Dolar AS per ons, sementara paladium melemah 2,6 persen menjadi 1.232,28 Dolar AS per ons.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

8.620 Hektare Lahan Kalsel Terbakar, Pemadaman Terganjal Krisis Air

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:24

BRImo Taiwan Manjakan Diaspora dan PMI Kelola Keuangan

Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:15

Temuan Bibit Sawit Bongkar Motif Karhutla Bukan Semata karena El Nino

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:52

ISPA dan Rabies Mulai Mengancam Ribuan Pengungsi Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:39

Tolak Demo Berbau Provokasi di DPR, Jaga Jakarta!

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:23

Magang Pengurus KDKMP Replikasi Model Bisnis Berbasis Potensi Desa

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:12

Masa Iddah Politik Calon Ketum PBNU: Bolehkah Perkum Menambah Syarat?

Minggu, 23 Agustus 2026 | 21:06

Menuju Muktamar NU, Nahdliyin Berharap Sejarah 2015 Tak Terulang

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:31

Gebu Minang-Hanura Terbangkan 3,6 Ton Rendang Buat Korban Gempa NTT

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:28

Obligasi Sosial Berkelanjutan BRI Raih IDX Channel Anugerah ESG 2026

Minggu, 23 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya