Berita

Roy Suryo. (Foto: YouTube Forum keadilan TV)

Politik

Roy Suryo Sebut Proses Penjemputan Dirinya Mirip Film G30S/PKI

RABU, 24 JUNI 2026 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pakar telematika Roy Suryo membeberkan kisah penjemputan dirinya oleh polisi pada Jumat, 19 Juni 2026 lalu penuh dengan nuansa pemaksaan.

“Ya, saya harus menyebutkan dengan sejujurnya hanya satu kata, yaitu brutal. Satu kata itu, brutal. Bahkan ketika saya menceritakan kejar ini itu seorang mantan, mantan penting dari Polri dan kemudian banyak sekalian berikan masukan dan kemudian banyak teman yang lain, itu langsung menggambarkan sebagai sebuah peristiwa yang kalau kita dulu pernah, usia kita sama, dulu kita zaman SMA itu pernah dipaksa untuk menonton sebuah film,” kata Roy dikutip dalam kanal YouTube Forum keadilan TV, Rabu, 24 Juni 2026.

Film yang dimaksud tidak lain adalah ‘Pengkhianatan G30S/PKI’ yang digarap sutradara ternama Arifin C Noer dan ditayangkan pertama kali tahun 1984.


Roy menceritakan kronologis kejadian penjemputan itu pada Jumat pagi, 19 Juni 2026. Sebelumnya, pada Kamis, 18 Juni 2026, ia menghadiri suatu acara bersama Purnawirawan TNI di Bandung.

“Jadi, saya baru pulang dari Bandung, masuk rumah itu sekitar jam setengah duaan pagi. Karena saya pulang dari Bandung, malam,” ungkapnya.

Setelah itu, ia tidur hingga bangun sekitar jam 04.30 WIB untuk menjalankan ibadah salat Subuh. Usai salat, Roy mengaku ingin tidur kembali, namun pada pukul 07.00, dirinya dikagetkan dengan bunyi bel berkali-kali.
Lantas ia mengetahui bahwa tamu tersebut adalah polisi dengan jumlah yang sangat banyak. Roy berpikir kedatangan polisi akan memberikan undangan. Namun ternyata, polisi langsung masuk menuju kamar tidurnya.

“Baru saya bilang mau ngecek itu, tiba-tiba ‘geruduk-geruduk’ (suara sepatu polisi) udah pada naik. Naik tanpa dipersilakan. Sekitar 7 orang, nah dan mereka memakai penutup, pakai masker,” jelasnya.

Mantan Menpora itu lantas disuruh ikut ke kantor polisi tanpa diberi kesempatan untuk mengganti baju.

Roy kemudian hendak menunggu lawyer terkait upaya penjemputan paksa tersebut, tetapi polisi tidak mau menunggu.

“Jadi sama sekali tidak mau menunggu lawyer, kemudian saya langsung dibawa begitu saja, bahkan ada ancaman. ‘Udah borgol-borgol’,” ucap Roy menirukan suara polisi.

“Saya ceritakan juga dengan teman-teman yang lain (soal penangkapan itu) termasuk salah seorang penasihat kami, yaitu awalnya adalah saksi ahli, mantan petinggi Polri, yang kemudian juga mengatakan, ‘oh kayak film G30S/PKI, mas’. Nah akhirnya kalimat itu yang sekarang viral,” pungkasnya.    

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya