Berita

Ilustrasi (AI)

Bisnis

Saham Barang Mewah Anjlok, Hermes Merosot 6 Persen

SELASA, 23 JUNI 2026 | 13:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Saham perusahaan barang mewah asal Prancis, Hermes, anjlok hingga 6,2 persen yang dipicu kekhawatiran investor terhadap potensi penyusutan margin keuntungan perusahaan pada laporan keuangan semester pertama 2026.

Penurunan pada penutupan perdagangan bursa Eropa pada Senin , 22 Juni 2026, waktu setempat, menjadi yang terbesar sejak 15 April lalu. 

Hermes dijadwalkan merilis laporan keuangan semester pertama sebelum pembukaan pasar pada 29 Juli mendatang.
Analis Kepler Cheuvreux, Charles-Louis Scotti, memperkirakan kinerja Hermes akan menunjukkan hasil yang beragam. Menurutnya, pertumbuhan penjualan diperkirakan membaik secara bertahap, tetapi margin laba operasional diprediksi menyusut sekitar 100 basis poin atau setara 1 poin persentase.

Analis Kepler Cheuvreux, Charles-Louis Scotti, memperkirakan kinerja Hermes akan menunjukkan hasil yang beragam. Menurutnya, pertumbuhan penjualan diperkirakan membaik secara bertahap, tetapi margin laba operasional diprediksi menyusut sekitar 100 basis poin atau setara 1 poin persentase.

"Kami memperkirakan hasil kinerja yang beragam, dengan pertumbuhan penjualan yang sedikit membaik, tetapi margin laba operasional yang turun 100 basis poin akibat biaya tetap yang belum terserap optimal dan tekanan nilai tukar mata uang asing," kata Scotti.

Ia juga memangkas proyeksi laba bersih dan laba per saham Hermes pada semester pertama menjadi 4 persen di bawah konsensus pasar. Penyesuaian tersebut dipengaruhi oleh tambahan beban pajak di Prancis yang lebih banyak dibebankan pada paruh pertama tahun ini.

Meski demikian, kondisi keuangan Hermes dinilai masih solid. Scotti mengatakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas bebas (free cash flow) akan tetap sangat kuat. "Arus kas bebas Hermes diperkirakan akan tetap berada pada level yang sangat kuat," ujarnya.

Sentimen negatif terhadap Hermes turut menyeret saham-saham barang mewah Eropa lainnya. Indeks saham barang mewah Eropa milik Goldman Sachs turun 2,9 persen, menjadi penurunan terbesar sejak 11 Mei.

Sejumlah saham perusahaan barang mewah lain juga ikut melemah, di antaranya LVMH turun 2,4 persen, Richemont turun 1,6 persen, Pandora turun 3,2 persen, Moncler turun 3,8 persen, Burberry melemah 3,3 persen, dan Brunello Cucinelli turun 3,4 persen.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya