Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Bursa Eropa Cetak Rekor di Tengah Penurunan Sektor Barang Mewah

SELASA, 23 JUNI 2026 | 07:07 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Senin 22 Juni 2026, dengan indeks-indeks utama kembali mencetak rekor tertinggi baru seiring meredanya kekhawatiran inflasi akibat penurunan harga energi.

Indeks STOXX Europe 600 naik 0,7 persen ke level 640, sementara Euro STOXX 50 menguat 0,4 persen menjadi 6.320, keduanya menandai posisi tertinggi sepanjang masa. 

Sentimen pasar didorong oleh perkembangan positif hubungan Amerika Serikat dan Iran yang membuka peluang tercapainya kesepakatan damai permanen, sehingga menekan harga minyak dan mengurangi risiko inflasi berbasis energi.


Sektor perbankan menjadi motor penguatan pasar setelah imbal hasil obligasi pemerintah zona euro melemah, memperbaiki prospek penyaluran kredit. Saham Santander, BBVA, dan Nordea masing-masing naik sekitar 2 persen.

Saham teknologi juga mencatat kinerja positif. Infineon melonjak 5 persen berkat optimisme terhadap meningkatnya investasi infrastruktur kecerdasan buatan (AI), seiring perusahaan hyperscaler yang terus memperbesar belanja modal.

Penguatan turut terjadi di Jerman, dengan indeks DAX naik 0,62 persen atau 153,87 poin menjadi 25.139,69. Sementara di Inggris, FTSE 100 bertambah lebih dari 0,5 persen, didukung kenaikan saham perbankan dan pertambangan.

Namun, reli pasar Eropa tertahan oleh tekanan pada sektor barang mewah. Indeks CAC 40 Prancis justru terkoreksi 0,2 persen menjadi 8.400 setelah saham-saham mewah melemah menyusul penurunan target harga Hermès oleh Jefferies serta kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan dari China. |

Saham Hermès merosot 5,9 persen, LVMH turun 3,6 persen, dan Kering kehilangan 2,1 persen.

Secara keseluruhan, investor masih melihat prospek pasar Eropa tetap positif, didukung stabilisasi harga energi, meredanya tekanan inflasi, serta optimisme terhadap pertumbuhan sektor perbankan dan teknologi.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya