Berita

Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima jajaran PB IKA BEM Nusantara di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026. (Foto: Setwapres)

Politik

Bertemu Gibran, IKA BEM Nusantara Siap Lawan Mafia Pangan

SELASA, 23 JUNI 2026 | 02:36 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pengurus Besar Ikatan Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (PB IKA BEM Nusantara) menegaskan komitmennya untuk mengawal secara ketat distribusi MinyaKita di seluruh Indonesia guna memastikan hak masyarakat terpenuhi dan tidak dirampas oleh oknum-oknum yang bermain dalam rantai distribusi pangan nasional.

Hal itu disampaikan Sekjen IKA BEM Nusantara, Eko Saputra, usai bertemu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wapres, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

Ia menyatakan bahwa persoalan distribusi MinyaKita tidak boleh dianggap sepele. 


“Setiap bentuk penimbunan, pengurangan takaran, manipulasi harga, maupun praktik mafia pangan merupakan tindakan yang secara langsung menyengsarakan rakyat dan harus ditindak tegas tanpa pandang bulu,” kata Eko.

"Kami tidak akan mentolerir siapa pun yang mempermainkan kebutuhan pokok masyarakat. MinyaKita adalah program yang diperuntukkan bagi rakyat, bukan ladang keuntungan bagi mafia pangan. Jika ditemukan penyimpangan, PB IKA BEM Nusantara siap berdiri di garis depan untuk mengungkap dan melaporkannya kepada aparat penegak hukum," tambahnya menegaskan.

Pihaknya berkomitmen akan menggerakkan jaringan alumni dan kader di berbagai daerah untuk melakukan pemantauan langsung terhadap distribusi MinyaKita. 

“Temuan-temuan di lapangan akan dihimpun dan disampaikan kepada pemerintah serta aparat penegak hukum sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal program strategis nasional,” jelas Eko.

"Jangan ada pihak yang mencoba bermain-main dengan kebutuhan rakyat. Siapa pun yang terbukti menimbun, mengurangi takaran, atau menjual di atas ketentuan harus diproses secara hukum. Negara tidak boleh kalah oleh mafia pangan," lanjutnya.

PB IKA BEM Nusantara juga mendesak pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi MinyaKita serta memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

"Kami mengingatkan bahwa pangan adalah kebutuhan dasar rakyat. Ketika ada pihak yang memperkaya diri dengan mengorbankan masyarakat kecil, maka itu bukan sekadar pelanggaran ekonomi, tetapi bentuk pengkhianatan terhadap kepentingan rakyat,” imbuh Eko.

“PB IKA BEM Nusantara siap menjadi mitra kritis pemerintah dalam memastikan distribusi MinyaKita berjalan transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik mafia. Hidup rakyat! Lawan mafia pangan,” tandasnya.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya