Berita

Pengamat politik Nurul Fatta. (Foto: Dok Pribadi)

Politik

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

SENIN, 22 JUNI 2026 | 19:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kritik yang dilontarkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Golkar, hingga Partai Demokrat terhadap sikap politik PDIP dinilai bukan semata-mata ditujukan untuk mengubah posisi partai berlambang banteng tersebut.

Sorotan terhadap PDIP bermula dari kemunculan salah satu kadernya, Andi Budiman, dalam gelombang demonstrasi mahasiswa yang belakangan terjadi. 

Situasi itu memicu kritik dari sejumlah partai pendukung pemerintah yang menilai PDIP belum menunjukkan posisi politik yang tegas terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.


PKB dan Golkar bahkan menyebut sikap PDIP cenderung ambigu karena di satu sisi kerap memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah, namun di sisi lain tetap melontarkan kritik dan dikaitkan dengan berbagai aksi protes terhadap pemerintah.

Pengamat politik Nurul Fatta menilai kritik yang disampaikan elite PKB, khususnya Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid, maupun Golkar memiliki dimensi politik yang lebih luas.

Menurutnya, apa yang dilakukan Andi Budiman dengan ikut turun ke jalan bersama mahasiswa sejatinya tidak memberikan dampak langsung terhadap kepentingan politik PKB maupun Golkar.

"Kritik yang dilontarkan elite PKB maupun Golkar tidak semata-mata ditujukan untuk mengubah perilaku PDIP. Sebab secara objektif, apa yang dilakukan Andi Budiman dengan ikut turun ke jalan sama sekali tidak merugikan kepentingan kedua partai tersebut," kata Nurul Fatta.

Ia menilai pernyataan partai-partai koalisi tersebut lebih tepat dibaca sebagai pesan politik ke dalam koalisi pemerintahan, khususnya kepada Presiden Prabowo Subianto.

"Pernyataan partai-partai koalisi semacam itu bisa kita lihat sebagai sinyal ke dalam atau inward signaling kepada presiden, tidak hanya tekanan keluar kepada PDIP," ujarnya.

Nurul Fatta juga menyoroti posisi PKB yang menurutnya tidak selalu konsisten dalam menentukan sikap politik. Selain itu, PKB bukan merupakan partai pengusung utama Presiden Prabowo pada Pilpres 2024.

"PKB ini kan tidak juga selalu konsisten dalam penentuan posisi politik, dan juga bukan partai koalisi pengusung presiden, artinya tidak berhak memberikan komentar demikian," katanya.

Lebih lanjut, ia melihat kritik terhadap PDIP merupakan bagian dari strategi diferensiasi politik di dalam koalisi pemerintahan. Melalui cara tersebut, partai-partai koalisi berupaya menunjukkan loyalitas dan kedekatan mereka dengan pemerintah.

"Ini adalah strategi diferensiasi koalisi, membangun citra kesetiaan dengan cara mengontraskan diri terhadap pihak yang dinilai berlawanan dengan pemerintah," jelasnya.

Menurut Nurul Fatta, langkah tersebut menunjukkan adanya upaya partai-partai koalisi untuk memperkuat posisi dan legitimasi mereka di dalam lingkaran kekuasaan.

"Artinya mereka tengah berupaya memperkuat legitimasinya di dalam lingkaran koalisi pemerintah," pungkasnya.





Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Proses Hukum Febrie Adriansyah Harus Bebas dari Intervensi Politik

Senin, 13 Juli 2026 | 06:23

Tentara Salib Eropa dalam Penjarahan Konstantinopel 1204

Senin, 13 Juli 2026 | 06:05

PT Japfa Comfeed di Cengkareng Terbakar

Senin, 13 Juli 2026 | 06:03

Timnas Inggris Tak Pernah Masuk Daftar Lawan Lionel Messi

Senin, 13 Juli 2026 | 05:32

Ivan Gunawan Harap Pemerintah Bantu Pembangunan 99 Masjid

Senin, 13 Juli 2026 | 05:23

Mengungkap Skandal Pemerasan Bu Etik

Senin, 13 Juli 2026 | 05:09

Ketahuan, Amplop Baru Dikembalikan?

Senin, 13 Juli 2026 | 05:03

MBG dan KDMP Manifestasi Nyata Pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945

Senin, 13 Juli 2026 | 04:36

Mundurnya Febrie Adriansyah Jadi Pesan Politik Antikorupsi Pemerintahan Prabowo

Senin, 13 Juli 2026 | 04:05

Waspada! Ada Kompromi Kasus Ijazah Jokowi Disetop

Senin, 13 Juli 2026 | 04:02

Selengkapnya