Berita

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Instruksikan Penataan Ulang GBK Untuk Jadi Ikon Ekonomi Nasional

SENIN, 22 JUNI 2026 | 18:54 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan penataan ulang kawasan Gelora Bung Karno (GBK) untuk dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta. 

Menurut laporan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Roeslani, arahan tersebut disampaikan presiden dalam pertemuan bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026.

“Ya rencananya itu akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Ya nanti akan diubah secara komprehensif untuk tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang dari termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih itu luasnya 200 hektare,” ujar Rosan usai pertemuan.


Rosan menjelaskan, pengembangan kawasan GBK akan melibatkan sejumlah entitas BUMN seperti InJourney dan Meru, setelah proses administrasi yang dikoordinasikan Kementerian Sekretariat Negara tuntas. 

Konsep pengembangan, kata dia, masih terus dimatangkan dengan pendekatan terpadu untuk memastikan dampak ekonomi yang lebih luas.

“Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga ya, dan tidak satu. Tapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya itu harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga paling-paling penting kepada rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Rosan menambahkan, kawasan GBK akan ditingkatkan menjadi standar internasional atau world class standard.sebagai bagian dari penguatan konsep sport tourism nasional. 

"GBK ya tetap ada GBK-nya, tapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard, sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rosan menyebut pengembangan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kualitas pariwisata Indonesia, tidak hanya berbasis jumlah kunjungan, tetapi juga nilai tambah ekonomi. 

“Jadi kita bisa mengambil semua lapisan dari pariwisata yang lebih mass market, tapi juga yang high end atau yang lebih ke experience,” tuturnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya