Berita

Bekas Presiden Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Jadi Kado Ulang Tahun Jokowi

SENIN, 22 JUNI 2026 | 17:41 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Penahanan Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa dalam kasus ijazah Joko Widodo alias Jokowi dinilai berpotensi memperkuat persepsi publik mengenai masih besarnya pengaruh politik Presiden ke-7 RI 
setelah tidak lagi berkuasa.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam menilai, momentum penahanan kedua tokoh tersebut sulit dilepaskan dari berbagai tafsir politik yang berkembang di tengah masyarakat.

"Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa bisa dengan mudah dibaca bukan sekadar proses hukum biasa, melainkan pesan politik yang sangat simbolik," kata Saiful kepada RMOL, Senin, 22 Juni 2026.

"Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa bisa dengan mudah dibaca bukan sekadar proses hukum biasa, melainkan pesan politik yang sangat simbolik," kata Saiful kepada RMOL, Senin, 22 Juni 2026.

Menurutnya, waktu penahanan yang berdekatan dengan momentum ulang tahun Jokowi pada 21 Juni berpotensi memunculkan spekulasi di ruang publik. Sementara itu, Roy Suryo dan dokter Tifa ditangkap pada Jumat 19 Juni 2026. Dan pada hari ini, dilimpahkan ke Kejaksaan.

"Ini seperti kado yang tidak dibungkus, sebuah demonstrasi kekuasaan yang ingin dilihat publik bahwa meski tak lagi menjabat, pengaruhnya belum benar-benar pudar," kata Saiful.

Saiful mengatakan, situasi tersebut dapat memperkuat narasi bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh besar terhadap berbagai institusi negara.

"Narasi bahwa Jokowi masih sakti mandraguna justru semakin menemukan panggungnya di situasi seperti ini," kata Saiful.

Ia juga mengingatkan bahaya yang muncul apabila publik mulai meragukan independensi aparat penegak hukum.

"Jika persepsi ini terus menguat di publik, maka kepercayaan terhadap independensi aparat hukum bisa runtuh pelan-pelan. Negara hukum berubah jadi sekadar slogan, sementara praktiknya dikendalikan oleh figur yang seharusnya sudah berada di luar lingkar kekuasaan formal," kata Saiful.

Dalam pandangan Saiful, situasi tersebut juga dapat berdampak terhadap persepsi publik mengenai posisi Presiden Prabowo Subianto dalam menjalankan pemerintahan.

"Dalam konteks ini, posisi Prabowo menjadi sangat rentan," kata Saiful.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Prabowo Perkuat Iklim Investasi Lewat IIFC

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:16

Jaksa Terbebani Pembuktian Ijazah Jokowi Asli

Minggu, 02 Agustus 2026 | 06:07

Kelahiran, Kejayaan, dan Runtuhnya Kekaisaran Romawi

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:40

Puluhan Ribu Warga Maroko Kabur ke Spanyol dengan Berenang

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:23

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Memetakan Lagu Tilawah Al-Qur’an

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:31

Jokowi ke kader PSI NTT: Kalau Butuh Bantuan Boleh ke Solo

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:21

Relawan Slamet Ariyadi Kawal PAN Menuju Tiga Besar 2029

Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:06

Pembentukan IIFC Bisa Dongkrak Posisi RI di Panggung Ekonomi Global

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:40

Kompetensi Guru Naik 700 Persen

Minggu, 02 Agustus 2026 | 03:20

Selengkapnya