Berita

Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Indonesia Perlu Dioptimalkan

SENIN, 22 JUNI 2026 | 15:47 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Ketua Harian Pengurus Pusat (PP) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Ferry Juliantono menegaskan pentingnya penguatan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia melalui sinergi antara industri takaful (asuransi syariah), koperasi, dan kolaborasi dengan dunia internasional.

Ferry menjelaskan pengembangan ekosistem syariah tidak hanya didasarkan pada nilai ekonomi atau transaksi semata, namun juga perlu diukur dari seberapa besar dampaknya terhadap kemaslahatan, keadilan, dan keberlanjutan sebagai tujuan utama pembangunan ekonomi. 

Hal ini disampaikan Menkop dalam sambutannya pada acara Simposium yang digelar Menara Syariah dan Universitas Utara Malaysia (UUM) dengan tema "Reimagining Takaful for Sustainable World" di Menara Syariah PIK 2, Senin, 22 Juni 2026.


Di sisi inilah Indonesia memiliki peran strategis untuk memastikan tujuan pembangunan ekonomi syariah yaitu melalui program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

"Koperasi bisa terlibat dalam kegiatan pengembangan takaful baik ini. Sebab di Indonesia memiliki kekuatan pada basis ekonomi rakyat yang besar, jaringan komunitas yang luas, serta gerakan koperasi yang tumbuh hingga ke tingkat desa," katanya.

Dalam acara ini juga dilaksanakan dua penandatanganan Nota Kerja sama (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilaksanakan antara Menara Syariah dengan UMM dan Menara Syariah dengan MES. 

Kerja sama ini terkait dengan rencana sinergi dan kolaborasi pengembangan ekosistem Industri Keuangan Syariah dan Takaful di Indonesia dan Malaysia serta menjadikan Menara Syariah sebagai simbol utama pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Ferry Juliantono menambahkan saat ini nilai konsumsi masyarakat muslim dunia pada sektor-sektor ekonomi syariah mencapai lebih dari USD2 triliun per tahun dan diproyeksikan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini menunjukkan bahwa ekonomi syariah bukan lagi sekadar segmen pasar namun menjadi salah satu kekuatan penting dalam perekonomian global.

Dengan potensi penduduk muslim terbesar di dunia yang mencapai 240 juta, Indonesia berpeluang besar untuk memastikan ekosistem industri keuangan syariah khususnya takaful dapat berkembang pesat. Terlebih dengan keberadaan keberadaan KDKMP akan menjadi instrumen program pengembangan ekonomi syariah dapat dijalankan hingga ke desa-desa. 

"Nilai-nilai yang menjadi fondasi koperasi yaitu gotong royong, kebersamaan, keadilan, dan kesejahteraan bersama, memiliki keselarasan yang sangat kuat dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah," katanya. 

Dalam konteks ini, industri takaful dipandang memiliki peran vital. Takaful bukan sekadar produk keuangan, tetapi manifestasi nilai ta’awun atau saling tolong-menolong. 
“Keberhasilan takaful harus diukur dari sejauh mana ia mampu menghadirkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan sosial, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Ferry.

Sebagai Ketua Harian MES, Menkop Ferry optimistis bahwa ekonomi syariah Indonesia akan terus tumbuh tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen, inovator, dan pusat pertumbuhan global. 

"Oleh karena itu kami memohon dukungan dari gerakan ekonomi syariah dan stakeholder terkait lainnya agar upaya ini dapat mendorong perubahan keadaan masyarakat di desa agar lebih sejahtera," kata Menkop Ferry.

Turut hadir dalam acara tersebut Komisaris Utama Menara Syariah Harianto Solichin, Dekan Islamic Business School Universiti Utara Malaysia (UMM) Selamah Maamor, Dewan Pakar PP Muhammadiyah Aries Muftie, Dekan UMM of Asmadi Mohamed Naim, Pengurus Pusat MES Boy Rafly Amar, Sekjend MES sekaligus Direktur Pembiayaan Syariah Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi Ari Permana.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya