Berita

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). (Foto: RMOL)

Politik

Muhaimin Iskandar:

Kepemimpinan PBNU Era Gus Yahya Paling Mundur

SENIN, 22 JUNI 2026 | 15:41 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) era KH Yahya Cholil Staquf mengalami kemunduran dibanding kepengurusan sebelumnya. Kondisi itu disebut perlu menjadi bahan evaluasi agar organisasi keagamaan terbesar di Indonesia tersebut dapat berbenah.

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mengaku sengaja menyampaikan kritik tersebut karena merasa memiliki tanggung jawab sebagai kader NU.

"Ngomong jujur ya, PBNU periode ini PBNU yang paling mundur dibanding yang lain. Itu keprihatinan semua pihak, tapi hanya Muhaimin yang berani ngomong," kata Cak Imin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 22 Juni 2026.


Menurut Cak Imin, kritik itu bukan dilandasi kepentingan politik, melainkan bentuk kecintaannya terhadap NU. Ia berharap evaluasi tersebut dapat mendorong perbaikan dalam tata kelola organisasi.

"Ini sebagai rasa cinta saya sebagai kader agar terjadi perubahan manajemen menyeluruh supaya tidak ada lagi kesimpulan periode ini periode yang paling gagal dibanding periode-periode yang lain," kata Cak Imin.

Ia juga mengusulkan agar PBNU ke depan terbebas dari keterlibatan politisi aktif. Menurutnya, aturan mengenai hal itu sebenarnya sudah ada, tetapi perlu ditegaskan kembali.

"Sehingga salah satu formulanya, PBNU bersih dari politisi. Politisi NU silakan masuk partai," kata Cak Imin.

Saat ditanya apakah aturan tersebut perlu dipertegas dalam mekanisme internal PBNU, Cak Imin menjawab singkat.

"Sebetulnya aturannya ada, cuma penegasannya saja," pungkas Cak Imin.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya