Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Kemenko Infra), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Kemenko Infrastruktir Dapat Pagu Indikatif Rp276 Miliar

AHY Prioritaskan Ketahanan Pangan hingga Pertumbuhan Ekonomi

SENIN, 22 JUNI 2026 | 13:04 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan akan memfokuskan penggunaan pagu indikatif tahun anggaran 2027 untuk memperkuat pembangunan infrastruktur dasar yang berdampak langsung bagi masyarakat. 

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung agenda prioritas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pagu indikatif sebesar Rp276 miliar akan digunakan untuk mendukung koordinasi lintas kementerian, pengawasan, serta memastikan pembangunan berjalan sesuai target.


"Diorientasikan untuk mendukung sejumlah agenda prioritas nasional, apakah terkait dengan ketahanan pangan, energi, air bersih, peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, konektivitas, dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah," kata AHY di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin 22 Juni 2026. 

Menurut AHY, pembangunan tahun depan akan diprioritaskan pada infrastruktur dasar yang dapat meringankan beban masyarakat, termasuk sektor perumahan dan konektivitas.

"Kami akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar yang dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membuat kehidupan masyarakat lebih layak, termasuk di sektor perumahan dan konektivitas umum lainnya," kata AHY.

Ia berharap pagu indikatif sebesar Rp276 miliar dapat mendukung kebutuhan operasional kementerian sekaligus memperkuat fungsi pengawasan terhadap berbagai program pembangunan.

"Pagu sebesar Rp276 miliar yang telah kami ketahui itu mudah-mudahan dapat membantu kerja-kerja operasional maupun pengawasan," tutup AHY.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya