Berita

Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

Zulhas Akui Program MBG Masih Banyak Masalah

SENIN, 22 JUNI 2026 | 12:33 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menghadapi berbagai persoalan sehingga pemerintah memutuskan memfokuskan pembenahan di internal Badan Gizi Nasional (BGN). 

Sejumlah kegiatan yang dinilai belum mendesak untuk sementara dihentikan agar perbaikan tata kelola dapat diprioritaskan, termasuk mencegah kembali terjadinya kasus keracunan pada siswa.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui masih banyak persoalan dalam pelaksanaan program MBG yang harus segera dibenahi.


"Masalah di BGN ini banyak sekali. Jadi sekarang internalnya dibenahi dulu. Kegiatan-kegiatan baru yang tidak mendesak dihentikan sementara. Fokus pada yang memang prioritas," kata Zulhas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Juni 2026. 

Menurut Zulhas, pembenahan dilakukan dengan mengevaluasi sasaran program, memperbaiki tata kelola, hingga mengaudit dapur-dapur penyedia makanan bergizi.

"Kalau ada sekolah yang sudah bagus dan tidak perlu intervensi, ya tidak usah. Kemudian tata kelolanya juga diperbaiki. Dapur-dapur juga diaudit," ujarnya.

Ia menegaskan, evaluasi program tidak semata-mata berkaitan dengan anggaran, melainkan untuk memastikan keamanan penerima manfaat. Pemerintah, kata dia, tidak ingin ada lagi kasus keracunan dalam pelaksanaan MBG.

"Walaupun ini bukan soal angka, satu pun anak kita tidak boleh mengalami keracunan lagi. Kalau semuanya sudah diperbaiki, nanti baru dirapatkan lebih lanjut," ucapnya.

Pernyataan itu disampaikan saat Zulhas menjawab pertanyaan mengenai penambahan sekitar 6.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Ia belum menjelaskan lebih jauh mengenai penambahan SPPG tersebut. Menurutnya, pemerintah saat ini memilih memprioritaskan pembenahan internal BGN sebelum melanjutkan kebijakan-kebijakan baru dalam pelaksanaan Program MBG.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya