Berita

Duta Besar RI untuk Kolombia, Tatang Razak (Foto: Istimewa)

Dunia

Dubes Tatang Razak Jadi Observer Internasional di Pilpres Kolombia

SENIN, 22 JUNI 2026 | 10:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Duta Besar RI untuk Kolombia, Tatang Razak, menjadi salah satu pengamat internasional dalam pemilihan presiden (Pilpres) Kolombia yang berlangsung pada Minggu waktu setempat, 21 Juni 2026. 

Kehadirannya menjadi sorotan karena ia merupakan satu-satunya observer dari kawasan Asia yang secara resmi diundang oleh Consejo Nacional Electoral (KPU Kolombia) untuk memantau jalannya pesta demokrasi di negara Amerika Latin tersebut.

"Duta Besar Tatang Razak menjadi salah satu international observer yang secara resmi diundang oleh Consejo Nacional Electoral (KPU Kolombia) dan satu-satunya  dari Asia," ungkap laporan KBRI Bogota.


Pilpres kali ini menjadi pertaruhan besar bagi arah politik Kolombia. Setelah lebih dari dua abad dikuasai kelompok kanan, kubu kiri yang dipimpin Presiden Gustavo Petro berhasil merebut kekuasaan pada 2022. 

Namun, pada pemungutan suara putaran kedua tahun ini, kandidat yang didukung Petro, Ivan Cepeda, harus berhadapan dengan tokoh konservatif Abelardo de la Espriella yang memperoleh dukungan luas dari kelompok kanan, termasuk simpati dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pemimpin Amerika Latin.

Bersama para pengamat internasional dari lebih dari 20 negara, Tatang Razak menjalankan misi observasi yang berlangsung dinamis. 

Pada putaran pertama, tim observer ditempatkan di Medellin, sementara pada putaran kedua bertugas di Bogota untuk memantau proses pemungutan dan penghitungan suara.

Meski sempat diwarnai kekhawatiran akan potensi kerusuhan akibat tajamnya polarisasi ideologi antara kubu kiri dan kanan, pelaksanaan Pilpres berjalan relatif lancar. 

Kekhawatiran itu sebelumnya diperkuat oleh maraknya aksi kekerasan politik, termasuk serangan terhadap jurnalis dan sejumlah kandidat presiden menjelang hari pemungutan suara.

Setelah tempat pemungutan suara ditutup pada pukul 16.00 waktu setempat, para observer internasional bergerak menuju pusat komando pemilu guna mengikuti proses rekapitulasi. 

Dalam waktu sekitar dua jam, seluruh suara telah masuk dan menunjukkan keunggulan kandidat kubu kanan, Abelardo de la Espriella, dengan perolehan 12.950.642 suara atau 49,65 persen. 

Sementara Ivan Cepeda yang didukung Presiden Petro meraih 12.702.592 suara atau 48,70 persen. KPU Kolombia dijadwalkan mengumumkan hasil resmi dalam kurun satu minggu.

Kemenangan Abelardo dipandang sebagai titik balik penting dalam politik luar negeri Kolombia. Selama kampanye, ia menegaskan komitmennya untuk memulihkan hubungan diplomatik dengan Israel yang sempat memburuk pada era Petro. 

Bahkan, Abelardo menyatakan akan memindahkan kedutaan besar Kolombia dari Tel Aviv ke Yerusalem apabila resmi menjabat sebagai presiden.

Jika hasil sementara tersebut bertahan hingga pengumuman resmi, kemenangan kubu kanan di Kolombia akan menambah daftar kemunduran kelompok kiri-progresif di Amerika Latin.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya