Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

SENIN, 22 JUNI 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Eskalasi geopolitik di Timur Tengah kembali memicu guncangan global setelah Dolar AS dilaporkan menguat di tengah ketidakpastian kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran. 

Tensi memuncak menyusul ancaman Presiden Donald Trump untuk melanjutkan konflik, yang langsung direspons Teheran dengan penutupan Selat Hormuz. 

Dampak penutupan jalur vital tersebut langsung terasa pada hari Minggu 21 Juni 2026 dengan merosotnya jumlah kapal yang melintas. Hal ini seketika memicu lonjakan harga minyak mentah Brent sebesar 1,30 persen ke level 81,62 Dolar AS per barel. 


Di pasar mata uang, keperkasaan Dolar AS sukses menekan sejumlah mata uang utama dunia. Poundsterling melemah 0,24 persen ke level 1,32055 Dolar AS akibat ketidakpastian politik di Inggris pasca-kemenangan signifikan Andy Burnham di parlemen. 

Pada saat yang sama, Euro melemah 0,1 persen menjadi 1,1462 Dolar AS.  Dolar Australia juga melorot 0,19 persen ke level 0,70035 Dolar AS dan Dolar Selandia Baru tertahan di posisi 0,573 Dolar AS.

Sementara itu, Yen Jepang kian terpuruk di level 161,53 per Dolar, mendekati rekor terendah dalam dua tahun terakhir. Jika menembus angka 161,96, Yen akan mencapai posisi terlemahnya sejak tahun 1986. 

Meski Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan kesiapan pemerintah untuk melakukan intervensi pasar kapan saja, pelaku pasar tetap skeptis. Para analis memperkirakan efektivitas intervensi tersebut akan terbatas mengingat kuatnya fundamen ekonomi AS dan ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve.

Tekanan juga menjalar ke pasar obligasi Amerika Serikat, di mana imbal hasil (yield) Treasury tenor dua tahun melonjak ke level tertinggi sejak awal 2025 di angka 4,2276 persen. 

Saat ini, pelaku pasar mengantisipasi total kenaikan suku bunga sebesar 43 basis poin tahun ini, dengan kepastian kenaikan 25 basis poin yang sudah diperhitungkan sepenuhnya untuk pertemuan The Fed pada September mendatang.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya