Berita

Ilustrasi Presiden ke-3 RI BJ Habibie, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. (Foto: artificial intelligence)

Politik

Habibie dan Megawati Membuka Jalan Pertumbuhan Ekonomi Era SBY

MINGGU, 21 JUNI 2026 | 18:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pertumbuhan ekonomi era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sempat menyentuh angka 7 persen diklaim berkat andil besar dari dua presiden pendahulunya di era awal reformasi.

Hal tersebut diungkap Ekonom Senior Universitas Indonesia (UI), Prof Mohamad Ikhsan dikutip dari kanal YouTube Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Minggu, 21 Juni 2026.

Ikhsan menjelaskan, cetakan basis ekonomi nasional sejatinya sudah ditanam kuat-kuat sejak era pemerintahan Presiden ke-3 RI BJ Habibie, yang kemudian dirawat dengan baik oleh Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.


"Apa yang dilakukan oleh Pak Habibie dan diteruskan oleh Bu Mega, kemudian impact-nya (dampaknya) yang menerima itu adalah Pak SBY," ungkap Ikhsan.

Di era Habibie, proses mengembalikan urat nadi pertumbuhan ekonomi Indonesia dilakukan secara institusional. Caranya dengan memperkuat taji sejumlah lembaga negara yang berkaitan langsung dengan otoritas keuangan.

"Pertumbuhan ekonomi yang mendekati Orde Baru itu adalah Pak SBY. Tapi, basisnya apa? Karena institusi yang dibuat oleh Pak Habibie dan diteruskan oleh Bu Mega," tegas Ikhsan.

Ia menguraikan, kontribusi utama BJ Habibie adalah membangun pondasi institusi yang kokoh. Mulai dari melahirkan Bank Indonesia (BI) yang independen, hingga mengesahkan aturan anti-monopoli (KPPU).

Pola pikir ini, menurut Ikhsan, sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan Habibie di Jerman.

"Dia (Habibie) sangat percaya sama Bundesbank (Bank Sentral Jerman). Kemudian dia juga percaya sama anti-monopoli, itu dari kepala (basis pemikiran) Jermannya itu keluar," tambahnya.

Tak hanya itu, Ikhsan juga menyoroti keandalan tata kelola sistem fiskal di masa transisi tersebut. Penegakan prinsip disiplin anggaran sangat terasa di tubuh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang kemudian dilanjutkan secara konsisten oleh Megawati.

"Bappenas ini, karena warisan yang lama, Bappenas dan Kementerian Keuangan yang kuat. Nah, institusi itulah yang merupakan fondasi pertumbuhan (era SBY)," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya