Berita

Representative Image (Foto: AI)

Global

Negara Lumpuh 50 Hari, Presiden Bolivia Umumkan Status Darurat

MINGGU, 21 JUNI 2026 | 09:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Bolivia Rodrigo Paz mengumumkan status darurat nasional setelah gelombang aksi blokade jalan yang berlangsung selama 50 hari terakhir melumpuhkan aktivitas ekonomi dan mengganggu distribusi kebutuhan pokok di berbagai wilayah.

Keputusan itu diumumkan Paz dalam pidato yang disiarkan secara nasional pada Sabtu dini hari waktu setempat, 20 Juni 2026. 

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah memberikan kewenangan kepada militer untuk membantu aparat keamanan membuka blokade jalan yang menghambat pasokan bahan bakar dan pangan, termasuk akses menuju ibu kota administratif La Paz.


Menurut Presiden Bolivia itu, aksi pemblokiran yang dilakukan kelompok penentang pemerintah tidak lagi dapat dikategorikan sebagai bentuk protes sosial biasa. 

Tindakan tersebut telah berkembang menjadi upaya terorganisir yang mengancam stabilitas demokrasi dan kehidupan masyarakat Bolivia.

“Ini bukanlah keadaan darurat untuk membatasi kehidupan masyarakat. Ini adalah keadaan darurat untuk mengembalikan kebebasan kepada masyarakat," kata Paz dalam pidato televisi yang disiarkan ke seluruh negeri.

Pemerintah Bolivia menyatakan status darurat akan berlaku selama 90 hari, namun dapat dicabut lebih awal apabila situasi keamanan membaik. 

Dekret tersebut melarang pemblokiran jalan, jalan raya, maupun jalur transportasi lain yang mengganggu distribusi barang dan mobilitas warga. 

Angkatan bersenjata juga diperintahkan untuk mendukung kepolisian dalam memulihkan ketertiban dan membuka kembali akses jalan yang tertutup.

Gelombang demonstrasi dipicu kebijakan penghematan yang diterapkan pemerintahan Paz sejak berkuasa pada November lalu, termasuk penghapusan subsidi bahan bakar yang selama bertahun-tahun menjadi penyangga ekonomi masyarakat. 

Kebijakan itu memicu lonjakan tekanan ekonomi dan memunculkan penolakan dari kelompok masyarakat adat di dataran tinggi serta komunitas pekerja pedesaan.

Krisis yang berkepanjangan telah menimbulkan dampak luas. Sejumlah usaha terpaksa menghentikan operasional, rak-rak supermarket kosong, dan rumah sakit mengalami kekurangan oksigen akibat terhambatnya distribusi logistik. 

Otoritas mencatat sedikitnya 365 orang ditangkap dan 37 lainnya terluka dalam bentrokan selama aksi protes, sementara sedikitnya 17 orang dilaporkan meninggal dunia akibat berbagai dampak yang ditimbulkan oleh gangguan transportasi tersebut.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya