Berita

Aliansi Mahasiswa Indonesia menggelar diskusi publik di Kantor Pusat PERDHAKI, Jakarta Pusat. (Foto: Istimewa)

Politik

Aliansi Mahasiswa Indonesia Tolak Reformasi Jilid II

MINGGU, 21 JUNI 2026 | 00:06 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Mahasiswa agar lebih cermat dan kritis dalam menyikapi berbagai narasi mengenai Reformasi Jilid II yang berkembang di ruang publik. Mahasiswa perlu melihat dinamika nasional secara objektif dan tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kepentingan yang belum tentu berpihak kepada rakyat.

Demikian penegasan Koordinator Pusat BEM Kristiani Seluruh Indonesia Charles Gilbert dalam diskusi publik bertajuk “Menguji Urgensi Reformasi Jilid II: Apakah Indonesia Membutuhkan Perubahan Sistem atau Penguatan Stabilitas Nasional?” yang digelar Aliansi Mahasiswa Indonesia di Kantor Pusat PERDHAKI, Jakarta Pusat, Sabtu 20 Juni 2026.

“Mahasiswa harus tetap menjaga independensi gerakan, mengedepankan objektivitas, serta terus mengawal kebijakan publik secara kritis dan proporsional demi kepentingan masyarakat luas,” kata Gilbert.


Diskusi publik tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Frimus Wistito Nababan (Ketua Bidang Politik DPP GMNI), Ahmad Tomy Wijaya (BEM Pesantren Seluruh Indonesia), dan Ghulam Zaky (Ketua Pengurus Koordinator Cabang PMII Provinsi Riau).

Frimus Wistito Nababan menilai bahwa istilah Reformasi Jilid II kurang tepat digunakan. Menurutnya, yang lebih penting adalah melanjutkan serta menyempurnakan cita-cita Reformasi 1998 yang telah diperjuangkan oleh para pendahulu bangsa.

Ia menegaskan bahwa kebebasan berekspresi harus tetap dijaga sebagai bagian dari demokrasi, namun perlu disertai tanggung jawab dan solusi yang konstruktif. Selain itu, ia mengingatkan agar mahasiswa tidak menjadi alat bagi kepentingan oligarki maupun kelompok tertentu yang ingin memanfaatkan gerakan mahasiswa untuk tujuan politik tertentu.

Sementara itu, Ahmad Tomy Wijaya menyoroti pentingnya mempersiapkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Ia menjelaskan bahwa bonus demografi dan perkembangan teknologi merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan secara optimal.

“Indonesia Emas 2045 tidak akan tercapai hanya dengan mengganti sistem, melainkan melalui kemampuan bangsa dalam menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat,” kata Tomy.

Sedangkan Ghulam Zaky menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai penjaga nilai-nilai demokrasi dan kebangsaan. Ia mengajak generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi oleh polarisasi maupun berbagai narasi yang berkembang di ruang digital.

Ia juga menegaskan bahwa stabilitas nasional merupakan faktor penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya