Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Setelah Pembicaraan Damai AS-Iran Batal

SABTU, 20 JUNI 2026 | 12:13 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kondisi terbaru proses perdamaian Iran dan Amerika Serikat kembali membuat pasar minyak dunia gelisah.

Sejak beredar laporan bahwa pembicaraan lanjutan antara AS dan Iran di Swiss mendadak dibatalkan, harga minyak dunia langsung menguat. Hal ini dipicu kekhawatiran bahwa upaya menciptakan perdamaian jangka panjang di Timur Tengah masih menghadapi banyak hambatan.

Investor pun kembali memperhitungkan risiko gangguan pasokan minyak global, terutama di kawasan Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.


Pada penutupan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026, waktu AS, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, ditutup naik 0,9 persen ke level 80,57 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), acuan utama Amerika Serikat, sempat diperdagangkan 1,23 persen lebih tinggi di 77,54 Dolar AS per barel.

Sebelumnya, harga minyak sempat berbalik melemah setelah Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran menyepakati gencatan senjata. Namun, pembatalan perundingan antara AS dan Iran kembali memicu kekhawatiran pelaku pasar.

Pasar menilai ketidakpastian politik di Timur Tengah masih tinggi. Hal ini membuat risiko terhadap pasokan energi global tetap menjadi perhatian utama.

Perhatian investor juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar internasional. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara produsen utama dunia melewati jalur tersebut.

Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) kembali menolak proyeksi yang memperkirakan permintaan minyak dunia akan segera mencapai puncaknya dalam waktu dekat. OPEC tetap optimistis konsumsi minyak global akan terus tumbuh dalam beberapa tahun mendatang.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya