Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Catatan MSCI Jadi Evaluasi, BEI Perkuat Keterbukaan Emiten

SABTU, 20 JUNI 2026 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan membuka komunikasi lebih lanjut dengan MSCI guna memperoleh penjelasan rinci terkait sejumlah catatan yang diberikan terhadap pasar modal Indonesia, terutama menyangkut keterbukaan informasi dan transparansi pasar.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan pemahaman yang lebih detail diperlukan agar langkah perbaikan yang dilakukan regulator dan bursa dapat berjalan tepat sasaran.

“Kami tentu akan berdiskusi lebih lanjut dengan MSCI untuk memahami secara detail area-area yang masih menjadi perhatian mereka,” ujar Jeffrey di Jakarta, Jumat 19 Juni 2026. 


Dalam laporan 2026 Global Market Accessibility Review yang dirilis Kamis 18 Juni 2026, , MSCI mempertahankan Indonesia sebagai bagian dari kelompok pasar berkembang. Namun, lembaga tersebut menyoroti sejumlah aspek yang dinilai masih perlu diperbaiki, mulai dari kualitas arus informasi (information flow), keterbukaan struktur kepemilikan saham, hingga konsentrasi kepemilikan emiten.

Jeffrey menilai berbagai informasi yang dibutuhkan investor sebenarnya telah tersedia di pasar modal Indonesia. Karena itu, BEI ingin mengetahui secara spesifik jenis informasi apa yang dinilai belum memadai atau masih sulit diakses oleh investor global.

Menurut dia, bursa selama ini terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kualitas keterbukaan informasi perusahaan tercatat serta memperluas akses investor terhadap data pasar.

Sejumlah kebijakan baru juga telah diterapkan untuk memperkuat transparansi, antara lain kewajiban pelaporan pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner/UBO) serta peningkatan standar keterbukaan informasi emiten.

Langkah dialog dengan MSCI diharapkan dapat membantu BEI mengidentifikasi celah yang masih perlu diperbaiki sekaligus memastikan pasar modal Indonesia tetap kompetitif dan menarik bagi investor internasional.


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya