Berita

Anggota DPD RI, Fahira Idris. (Foto: RMOL)

Nusantara

Fahira Idris Usung Visi 8B untuk Wujudkan Jakarta Kota Global Berkeadilan

JUMAT, 19 JUNI 2026 | 18:05 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta pada 22 Juni 2026, Anggota DPD RI, Fahira Idris menilai momentum tersebut harus menjadi refleksi besar menuju usia lima abad Jakarta pada 2027.

Menurut Fahira, masa depan Jakarta idealnya dibangun di atas delapan wajah utama yang ia sebut sebagai 8B, yaitu berbudaya, berkeadilan, bermukim layak, bermobilitas publik, berketahanan iklim, berdaya ekonomi rakyat, berintegritas, dan berkolaborasi.

“Jelang HUT Ke-499, Jakarta tidak boleh hanya merayakan usia panjangnya, tetapi harus semakin jelas merumuskan wajah masa depannya. Tahun depan Jakarta memasuki usia lima abad. Ini momentum besar untuk memastikan Jakarta menjadi kota global yang bukan hanya modern dan berdaya saing, tetapi juga berbudaya, adil, manusiawi, tangguh, produktif, dan menempatkan warga sebagai pusat pembangunan,” ujar Fahira Idris, Jumat, 19 Juni 2026.


Wajah pertama adalah Berbudaya di mana Jakarta harus naik kelas sebagai kota global tanpa kehilangan jati diri. Budaya Betawi, Kota Tua, museum, festival, ruang seni, kuliner, tradisi keagamaan, dan berbagai kebudayaan yang tumbuh di Jakarta harus menjadi kekuatan utama kota ini.

“Jakarta boleh tumbuh menjadi kota global, tetapi tidak boleh kehilangan jati dirinya. Budaya Betawi dan berbagai kebudayaan yang hidup di Jakarta harus menjadi wajah utama kota ini. Jakarta harus menjadi kota yang kreativitasnya mendunia, tetapi tradisinya tetap dijaga,” ungkapnya.

Kedua, Berkeadilan yakni kemajuan Jakarta tidak cukup diukur dari gedung tinggi, investasi besar, atau proyek infrastruktur, tetapi dari sejauh mana pembangunan dirasakan seluruh warga, terutama kelompok rentan. 

Warga miskin kota, pekerja informal, lansia, anak, perempuan, penyandang disabilitas, dan masyarakat berpenghasilan rendah harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan.

Berikutnya, bermukim layak. Sebagai kota globa, Jakarta harus nyaman ditinggali, bukan hanya menarik bagi investor. Karena itu, hunian layak, air bersih, ruang terbuka hijau, permukiman sehat, kampung kota, layanan dasar, serta pembangunan hunian berbasis transportasi publik harus menjadi agenda utama. 

Pembangunan rumah susun, kampung susun, dan penataan kampung kota harus dilakukan secara partisipatif, bermartabat, dan tidak memutus ikatan sosial warga.

Lalu, bermobilitas publik di mana masa depan Jakarta sangat ditentukan oleh keberhasilan mengubah budaya mobilitas warga dari kendaraan pribadi menuju transportasi publik. MRT, LRT, Transjakarta, KRL, JakLingko, Transjabodetabek, jalur sepeda, dan trotoar harus dipandang sebagai satu ekosistem mobilitas yang terintegrasi, aman, terjangkau, inklusif, dan rendah emisi.

“Jakarta kota global dimulai dari perjalanan harian warganya. Jika mobilitas warga mudah, murah, aman, nyaman, dan inklusif, maka Jakarta sedang berjalan menuju kota global yang sesungguhnya,” jelas Fahira Idris.

Selanjutnya, berketahanan Iklim. Fahira Idris mengingatkan bahwa banjir, rob, penurunan muka tanah, cuaca ekstrem, polusi udara, kebakaran, dan krisis air bersih harus ditangani secara komprehensif. Jakarta tidak bisa lagi hanya responsif saat bencana terjadi, tetapi harus semakin antisipatif, berbasis data, dan melibatkan warga.

“Jakarta tidak mungkin menjadi kota global jika tidak tangguh menghadapi krisis iklim dan bencana. Udara bersih, air bersih, lingkungan sehat, dan keselamatan warga harus menjadi indikator utama kemajuan kota,” tegas Fahira Idris.

Kemudian, berdaya ekonomi rakyat. Menurut Fahira Idris, Jakarta harus tetap menjadi mesin ekonomi nasional, tetapi pertumbuhan ekonomi harus dirasakan oleh pelaku UMKM, pasar rakyat, pekerja informal, anak muda kreatif, dan keluarga-keluarga Jakarta. 

UMKM, ekonomi kreatif, pasar rakyat, Tanah Abang, Bank Jakarta, industri halal, ekonomi digital, dan industri kreatif harus menjadi bagian dari mesin baru ekonomi Jakarta.

Ketujuh, Berintegritas. Fahira Idris menilai seluruh cita-cita besar Jakarta hanya bisa terwujud jika ditopang birokrasi yang bersih, responsif, profesional, transparan, dan berbasis data. 

Digitalisasi layanan publik, transparansi APBD, citizen budgeting, meritokrasi ASN, penguatan JAKI, dan keterbukaan informasi harus terus ditingkatkan agar tata kelola berdampak langsung pada kualitas pelayanan warga.

Terakhir yakni berkolaborasi, bahwa warga Jakarta bukan objek pembangunan, tetapi subjek, mitra, dan kreator pembangunan. Warga harus dilibatkan sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan kebijakan, baik dalam penataan kampung, pembangunan hunian, pengelolaan ruang publik, pelestarian budaya, penguatan UMKM, maupun kebijakan lingkungan.

“Warga Jakarta bukan penonton pembangunan. Warga adalah kreator pembangunan. Pemerintah yang baik adalah pemerintah yang mampu membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya agar warga ikut merancang masa depan kotanya,” ungkap Fahira Idris.

Senator Jakarta itu berharap, 8B menjadi arah bersama menjelang usia lima abad Jakarta pada 2027. HUT Ke-499 bukan sekadar perayaan, tetapi jembatan menuju refleksi besar tentang kota seperti apa yang ingin diwariskan kepada generasi Jakarta berikutnya.

“Selamat menyambut HUT Ke-499 Kota Jakarta. Mari menjadikan momentum ini sebagai ikhtiar bersama menjemput lima abad Jakarta. Kota yang global, tetapi tetap berbudaya. Kota yang modern, tetapi tetap manusiawi. Kota yang maju, tetapi tetap adil. Kota yang besar, tetapi tetap dekat dengan warganya,” pungkas Fahira Idris.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya