Berita

Konferensi pers Presiden AS Donald Trump di sela pertemuan pemimpin negara-negara G7 di Prancis pada Rabu, 17 Juni 2026 (Tangkapan layar RMOL dari siaran YouTube White House)

Dunia

Trump Klaim Kesepakatan Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi

KAMIS, 18 JUNI 2026 | 09:20 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kesepakatan sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran disebut berhasil mencegah bencana ekonomi global, tetapi Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa perang dapat kembali dimulai jika Teheran melanggar komitmen yang telah disepakati.

Berbicara saat menutup Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Prancis pada Rabu, 17 Juni 2026, Trump mengatakan, gencatan senjata yang diumumkan tiga hari lalu telah membantu memulihkan aktivitas perdagangan internasional, terutama di Selat Hormuz yang jadi jalur pelayaran penting distribusi minyak dunia.

Trump berharap kondisi tersebut dapat menjadi awal dari perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah. Namun, ia juga menegaskan bahwa AS tidak akan ragu menggunakan kekuatan militer jika Iran melanggar isi kesepakatan.


"Kita akan membombardir mereka habis-habisan jika mereka melanggar perjanjian. Saya tidak ingin mereka melakukannya. Saya ingin mereka menghormati perjanjian itu," kata Trump, dikutip Kamis, 18 Juni 2026.

Trump juga mengeluarkan peringatan yang lebih keras.

"Jika saya tidak suka, jika mereka tidak berperilaku baik, kita akan kembali menjatuhkan bom tepat di tengah mereka," ujarnya.

Menurut Trump, salah satu alasan utama dirinya mendorong tercapainya kesepakatan tersebut adalah untuk menghindari dampak ekonomi yang lebih luas.

Konflik yang dimulai sejak 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, telah berkembang menjadi krisis regional yang mengguncang pasar global. Perang itu sempat memicu lonjakan harga energi, meningkatkan tekanan inflasi, dan menimbulkan kekhawatiran terganggunya pasokan pangan, terutama di negara-negara berkembang.

"Satu hal yang tidak ingin saya lihat adalah bencana ekonomi. Jika ini terus berlanjut, hal itu bisa terjadi," kata Trump.

Trump juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin karena menurutnya bersikap netral selama konflik berlangsung dan tidak menghambat upaya Washington membatasi program nuklir Iran.

Di sisi lain, para pemimpin negara G7 menyambut baik kesepakatan sementara tersebut. Mereka mendukung upaya diplomasi untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir dan mendesak agar pertempuran di Lebanon segera dihentikan.

"Kami menekankan perlunya perundingan untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan Iran di kawasan dan memastikan mereka tidak pernah memperoleh senjata nuklir," demikian bunyi pernyataan bersama para pemimpin G7.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya