Berita

Nanik S. Deyang. (Foto: Humas BGN)

Politik

Kepala BGN Baru Harus Buktikan Efektivitas Program MBG

MINGGU, 07 JUNI 2026 | 07:44 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Harapan publik terhadap kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya terkait pembenahan tata kelola, tetapi juga kemampuan membuktikan efektivitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Kepala BGN yang baru, Nanik S Deyang, sebelumnya menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan di internal lembaga. 

Salah satu langkah yang akan ditempuh adalah meningkatkan efisiensi program, termasuk mengurangi ketergantungan pembiayaan MBG terhadap APBN. Nanik juga menekankan pentingnya menjaga integritas lembaga agar tidak kembali terseret persoalan hukum.


Menanggapi hal tersebut, analis politik Adi Prayitno menilai publik memang menaruh perhatian besar terhadap aspek efisiensi dan tata kelola Program MBG.

"Kalau mau jujur, yang banyak dikritik selama ini adalah soal efisiensi, termasuk pengelolaan dapur MBG dan kualitas menu yang diberikan kepada penerima manfaat," kata Adi lewat kanal Youtube miliknya, Minggu, 7 Juni 2026.

Menurut Direktur Parameter Politik Indonesia itu, pelibatan sekolah, orang tua siswa, dan masyarakat dalam pelaksanaan program dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat pengawasan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

"Kalau itu dilakukan, sangat mungkin revolusi tata kelola BGN bisa tercapai dan sesuai dengan ekspektasi masyarakat secara umum," ujarnya.

Selain pembenahan manajemen, Adi menilai tantangan terbesar kepala BGN yang baru adalah membuktikan dampak nyata Program MBG terhadap kualitas sumber daya manusia penerima manfaat.

Ia mendorong BGN melakukan survei dan evaluasi secara berkala terhadap para siswa penerima MBG untuk mengukur efektivitas program tersebut.

"Harus dilakukan survei dan wawancara. Setiap siswa yang mendapat manfaat MBG perlu dilihat korelasinya. Apakah setelah mendapatkan MBG pemenuhan gizinya semakin baik, apakah mereka lebih semangat belajar, dan yang paling penting apakah kemampuan intelektual mereka meningkat secara signifikan," jelasnya.

Menurut Adi, hingga saat ini publik masih belum memperoleh gambaran yang jelas mengenai hubungan langsung antara Program MBG dengan peningkatan kualitas pendidikan maupun kesehatan siswa.

"Sampai hari ini publik masih belum tahu apakah ada korelasi positif dari manfaat Program MBG itu," katanya.

Karena itu, Adi berharap kepemimpinan baru di BGN mampu menghadirkan inovasi sekaligus melakukan evaluasi berbasis data sehingga manfaat program dapat terukur secara objektif.

"Kalau ini dilakukan, saya kira inovasi dan semacam revolusi di tubuh BGN di bawah kepemimpinan yang baru inilah yang sedang dinanti masyarakat," pungkasnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya