Berita

Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan (Tangkapan layar dari YouTube TVP)

Politik

Guru Besar UPI Usul Batas Usia Anggota Kompolnas Dikaji Ulang

JUMAT, 05 JUNI 2026 | 14:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Cecep Darmawan, menilai ketentuan batas usia minimal 50 tahun bagi anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) perlu dikaji ulang dalam pembahasan RUU Polri.

Menurut Cecep, syarat usia tersebut berpotensi menutup peluang figur yang memiliki kapasitas, integritas, dan kompetensi tinggi di bidang hukum, keamanan, maupun kepolisian, namun belum mencapai usia 50 tahun.

“Batasan usia tentu tidak masalah, tetapi sebaiknya lebih fleksibel. Bisa saja ada seseorang yang memiliki kredibilitas luar biasa di bidang hukum, keamanan, atau kepolisian, tetapi usianya belum mencapai 50 tahun,” ujar Cecep dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/6/2026).


Selain persoalan usia, Cecep juga mengusulkan penambahan syarat independensi bagi calon anggota Kompolnas. Menurutnya, anggota Kompolnas harus bebas dari kepentingan politik maupun konflik kepentingan dengan institusi yang menjadi objek pengawasan.

Karena itu, ia mengusulkan agar calon anggota Kompolnas tidak menjadi anggota partai politik, tidak sedang menduduki jabatan politik, serta tidak memiliki konflik kepentingan dengan lembaga yang diawasi.

Terkait mekanisme pengangkatan anggota Kompolnas, Cecep mendukung keterlibatan DPR dalam memberikan persetujuan terhadap calon yang diajukan Presiden. Namun, ia menekankan pentingnya proses seleksi yang transparan, partisipatif, dan berbasis merit.

Untuk menjamin objektivitas, ia mengusulkan pembentukan panitia seleksi independen yang melibatkan unsur akademisi, masyarakat sipil, dan para pakar sesuai bidang keahlian.

Cecep juga menawarkan alternatif mekanisme pemilihan pimpinan Kompolnas. Menurutnya, ketua dan wakil ketua dapat dipilih terlebih dahulu secara internal oleh anggota Kompolnas sebelum ditetapkan Presiden.

“Dalam draf disebutkan Ketua dan Wakil Ketua Kompolnas dipilih dan ditetapkan Presiden. Mungkin bisa menjadi opsi agar keduanya terlebih dahulu dipilih secara internal oleh anggota Kompolnas,” usulnya.

Lebih lanjut, Cecep mendorong agar laporan Kompolnas tidak hanya disampaikan secara berkala setiap tahun, tetapi juga dapat diterbitkan sewaktu-waktu jika terdapat isu strategis yang memerlukan perhatian publik. Ia juga menilai laporan tersebut perlu dipublikasikan kepada masyarakat dalam batas tertentu sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Selain itu, Cecep mengusulkan penambahan alasan pemberhentian anggota Kompolnas dalam Pasal 39C RUU Polri. Alasan tersebut antara lain pelanggaran etika berat, penyalahgunaan jabatan, menjadi anggota partai politik, memiliki konflik kepentingan yang serius, atau tidak lagi memenuhi persyaratan sebagai anggota Kompolnas.

“Perlu ditambahkan alasan pemberhentian karena pelanggaran etika berat, penyalahgunaan jabatan, menjadi anggota partai politik, konflik kepentingan yang serius, atau terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai anggota Kompolnas,” pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya